Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 17 September 2017

Pusaka Para Rasul

Berbicara tentang Nabi Musa as dan Saudaranya Nabi Harun as dalam menghadapi kekuatan dan kekuasaan Firaun, kebanyakan orang beranggapan bahwa rahasia kekuatan beliau adalah pada tongkatnya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa tongkat itulah yang mampu mengalahkan tukang-tukang sihir Mesir dan menyelamatkan bangsa Israil dalam menyeberangi laut merah.

Saudara-saudaraku, pemahaman seperti itu adalah sesuatu yang keliru dan tidak benar. Suatu pemahaman yang tidak berbeda dengan pemahaman orang-orang kafir. Berikut ini adalah tulisan yang bertujuan untuk meluruskan pemahaman kita tentang tongkat Nabi Musa as.

Pada tahun 1450 SM, dunia waktu itu dipengaruhi oleh bayang-bayang peradaban besar bangsa Mesir. Di bawah kekuasaan Firaun, saat itu Mesir merupakan bangsa yang paling maju di dunia. Sistem pertanian mereka yang mengandalkan pengelolaan air dari sungai Nil merupakan sistem pertanian yang paling maju saat itu. Alat pertanian bajak sawah yang ditarik oleh binatang ternak merupakan salah satu penemuan bangsa Mesir yang kemudian diadopsi oleh seluruh penduduk dunia. Demikian juga dengan alat tulis, kertas yang terbuat dari kayu papirus dan tinta hitam juga merupakan penemuan bangsa Mesir.

Dalam bidang astronomi dan matematika bangsa Mesir merupakan yang termaju saat itu. Letak tiga piramida di Giza ternyata tepat sama dengan susunan tiga bintang di sabuk rasi Orion. Dan kemudian apabila kita membagi panjang dari setengah keliling piramida dengan tingginya, maka kita akan mendapatkan bilangan Pi.

Istana kerajaan Firaun menjulang dengan megah, lengkap dengan pelayan-pelayan dan pembesar-pembesarnya serta para ahli yang jumlahnya mencapai lebih dari 50 ribu orang.

Akan tetapi kekuasaan yang besar dan peradaban yang termaju saat itu tidak membuat Firaun bersyukur dan bertakwa kepada Allah swt. Malahan Firaun menjadi sombong dan kafir, dia tidak mengakui adanya Tuhan sehingga merasa dirinya itulah tuhan.

Mendapati keingkaran dan kedurhakaan Firaun tersebut kemudian Allah swt mengutus Nabi Musa as dan saudaranya Nabi Harun as untuk pergi menemui Firaun dalam rangka untuk menyadarkan Firaun atas sikap sombong dan lupa dirinya tersebut. Dan untuk menghadapi kekuasaan dan kekuatan Firaun yang besar, Allah swt memberikan satu pusaka, yaitu Dia berpesan kepada Nabi Musa as dan Nabi Harun as untuk senantiasa berzikir mengingat Allah swt.

Berikut ini adalah pesan Allah swt kepada keduanya yang kemudian tercatat di dalam al-Quran.

اذْهَبْ أَنْتَ وَأَخُوكَ بِآيَاتِي وَلَا تَنِيَا فِي ذِكْرِي
“Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam berzikir mengingat-Ku.” (QS 20:42)

Rupanya inilah pusaka para Rasul itu, senantiasa berzikir mengingat Allah swt. Itulah modal utama seorang hamba, rahasia yang selama ini tidak disadari oleh kebanyakan orang.

Jadi sesungguhnya senjata utama Nabi Musa as itu bukanlah tongkat beliau, karena tongkat hanyalah benda mati semata yang sejatinya tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Tongkat tersebut tidak mampu untuk mendatangkan mudharat maupun menyelamatkan seseorang atau sesuatu kaum. Namun Allah swt itulah yang Maha Kuasa untuk mendatangkan azab dan bencana atau pun menyelamatkan sesuatu kaum.

Dengan senantiasa berzikir mengingat Allah swt, maka kemudian Nabi Musa as mampu menandingi kekuatan sihir para tukang sihir Mesir dan kemudian menyelamatkan bangsa Israil menyeberangi laut merah. Berzikir, itulah pusaka para Rasul yang hingga hari ini masih dapat kita dapati dan kita pergunakan.

Senantiasa berzikir kepada Allah swt adalah jauh lebih kuat dan lebih utama dibandingkan dengan tongkat Nabi Musa as.

Di dalam al-Quran dinyatakan keutamaan dan manfaat dari berzikir kepada Allah swt yang jumlahnya banyak sekali. Dan di dalam realita kehidupan juga ternyata berzikir memiliki manfaat yang tidak terhitung dan tidak terbatas jumlahnya. Inilah pusaka yang sebenarnya kebanyakan orang sudah mengetahuinya, akan tetapi tidak menyadari keutamaannya, sehingga kemudian hanya segelintir orang saja yang melaksanakannya. Sungguh merugi orang-orang yang lalai akan hal ini, hidup di dunia tanpa berzikir mengingat Allah swt seperti hidup yang hampa tanpa pusaka kehidupan.

Demikianlah tulisan ini dibuat untuk menyadarkan kita semua, karena ternyata pada hari ini masih banyak orang yang tidak percaya bahwa dengan berzikir ternyata bisa menghancurkan kekuatan PKI pada masa Orde Lama dahulu, ternyata pada hari ini masih banyak orang yang tidak percaya bahwa dengan berzikir ternyata bisa menghancurkan kekuasaan Firaun dahulu. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 22.24