Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 03 Oktober 2017

Gerakan Berzikir Nasional

Berzikir adalah bukan suatu aktivitas fisik atau jasmani semata, melainkan berzikir adalah suatu aktivitas bathin atau rohani. Berzikir adalah menyatakan atau melafalkan kalimat-kalimat zikir tertentu yang diucapkan berulang-ulang di dalam qalbu dan jiwa manusia.

Berzikir itu bukan sekedar merenung, atau sekedar mengingat, atau sekedar eling kepada Allah swt. Guru kita mengajarkan tata cara berzikir yang baik dan sempurna itu dimulai dengar pernyataan kesungguh-sungguhan dan keyakinan yang mendalam di dalam hati, kemudian dilanjutkan dengan menyatakan kalimat-kalimat zikir di dalam qalbu dan jiwa secara berulang-ulang terus menerus, seperti kalimat Syahadat, Istighfar dan Sholawat.

Di setiap waktu, kapan saja bahkan di saat kita tengah bekerja sekali pun, kita diperintahkan Allah swt untuk senantiasa berzikir. Dalam berzikir tersebut, maka jiwa kita harus menyadari akan Keberadaan Allah swt di tempat kita berada saat itu. Jiwa kita harus bisa merasakan Kehadiran Allah swt di tempat kita berada, dan hati kita juga harus meyakini Kekuasaan Allah swt Yang Tak Terbatas di tempat kita bekerja saat itu.

Selain itu, dalam hal berzikir guru kita juga mengajarkan sikap ikhlas dan pasrah terhadap apa yang kita perbuat. Berzikir menuntut sikap ikhlas tersebut, sehingga pada saat kita berzikir adalah bukan dalam rangka untuk mengumpulkan dan mencetak pahala sebanyak-banyaknya. Karena kalau tujuan berzikir adalah untuk mendapatkan pahala, maka orang yang melakukan zikir terus menerus akan merasa dirinya seperti orang yang memiliki pahala yang banyak. Menganggap dirinya sudah menjadi orang yang suci dan berpahala banyak. Sehingga akibatnya dia akan mejadi lupa diri, tinggi hati dan gemar untuk menilai serta menghakimi orang lain. Lupa dan tidak ingat, bahwa surga Allah tidak bisa dibeli dengan pahala, berapa pun banyaknya pahala itu.

Oleh sebab itu, maka berzikir itu harus dilandasi dengan sikap ikhlas dan pasrah, dengan seikhlas-ikhlasnya dan dengan sepasrah-pasrahnya kepada Allah swt. Dengan berzikir maka kita dituntut untuk merasa kecil dan tidak berarti apa-apa di hadapan Allah Yang Maha Besar. Bukan justru sebaliknya, dengan mempergunakan nama Allah kemudian merasa besar di hadapan orang lain. Menantang dan menyombongkan diri.

Di suatu waktu guru kita juga pernah mengajarkan kepada murid-muridnya, bahwa zikir itu sebenarnya adalah merupakan ibadah yang universal. Seluruh yang ada di alam semesta ini semuanya berzikir. Elektron yang bergerak mengelilingi inti atom adalah dalam rangka berzikir. Tumbuhan yang berfotosintesis dan bernafas mengeluarkan oksigen dan menyerap karbon dioksida adalah dalam rangka berzikir. Hewan berzikir dengan caranya masing-masing, gunung, bumi, planet-planet dan milyaran bintang di galaksi semuanya bergerak dalam rangka berzikir dengan caranya masing-masing. Jadi berzikir adalah suatu ibadah universal, seluruh mahluk Allah swt di alam semesta ini melakukannya.

Perintah untuk berzikir di dalam al-Quran adalah jelas dan tegas. Jumlahnya banyak sekali, hampir-hampir keseluruhan ayat-ayat dalam al-Quran memerintahkan manusia untuk senantiasa berzikir mengingat Allah swt.

Allah swt memerintahkan manusia untuk berzikir dalam rangka mengingat Allah swt sebanyak-banyaknya di luar waktu sholat. Pada saat kita tengah bekerja mencari nafkah, maka berzikirlah banyak-banyak di dalam hati. Allah swt mengungkap rahasiaNya bahwa berzikir seperti itu ternyata dapat mendatangkan keuntungan dalam setiap usaha yang dilakukan manusia.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan berzikirlah (ingatlah kepada) Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS 62:10)

Maka terhadap hal ini, guru kita mempersilahkan setiap muridnya atau siapa saja untuk membuktikannya sendiri. Apakah benar jaminan Allah swt tersebut, apabila kita senantiasa berzikir dalam berusaha akan kah hal itu mendatangkan keuntungan? Silahkan dibuktikan sendiri.

Selain hal tersebut di atas, sebenarnya di dalam al-Quran disebutkan banyak sekali faedah dan kebaikan yang dijanjikan Allah swt apabila manusia mengerjakan amalan berzikir ini. Inilah satu-satunya jenis amalan yang akan mendatangkan efek dan perubahan yang luar biasa apabila dilaksanakan oleh suatu kaum atau suatu bangsa.

Oleh sebab itu, setelah gerakan membaca al-Quran, gerakan khatam al-Quran yang digagas sejak tahun lalu, maka inilah saatnya kita menggagas suatu gerakan baru. Gerakan yang lebih esensi dan mendatangkan efek yang jauh lebih dashyat lagi, yaitu gerakan berzikir. Inilah saatnya kita melahirkan suatu gerakan baru.

Waktu fajar telah tiba, cahaya terang telah bersinar, maka menjadi sadarlah jiwa-jiwa yang selama ini tengah tertidur dan lalai. Bangun dan menyadari, bahwa setiap diri dituntut untuk senantiasa berzikir kepada Allah swt. Jiwa dan hati yang tidak pernah berzikir adalah jiwa-jiwa yang lalai, sebagaimana lalainya orang-orang yang tidur. Inilah saatnya kita bangkit, bangun dari lalai dan tidur kita yang panjang. Marilah kita semua berzikir, melaksanakan perintah Allah yang sering dianggap enteng dan diabaikan ini. Bangun dan sadar jiwanya untuk senantiasa berzikir mengingat Allah swt.

Sesuatu peristiwa yang besar akan segera terjadi, putri Insulinde yang cantik itu telah bangun dari tidurnya. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 01.39