Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Rabu, 2 September 2015

Mari Kita Mengatur Tuhan Alam Semesta

Judul tersebut di atas sengaja dibuat kontroversial agar pembaca dengan serta merta tidak akan menyetujuinya.

Sebentar lagi musim haji akan tiba, berbondong-bondong manusia akan mendatangi tanah suci mekah untuk melakukan ibadah haji. Berjuta-juta orang akan berdoa di hadapan al-multazam untuk meminta sesuatu yang menjadi keinginan atau ambisi pribadinya. Banyak sekali hadits dan ceramah yang menyatakan bahwa salah satu tempat yang paling mustajab untuk menyampaikan permintaan doa adalah al-multazam.

Jutaan manusia berdoa di tempat itu dengan maksud untuk dapat mengatur agar Tuhan Alam Semesta dapat mengabulkan permintaan dan ambisi pribadinya.

Begitulah kira-kira praktik agama kebanyakan masyarakat muslim, menyampaikan doa agar Tuhan Yang Maha Kuasa akan menuruti permintaan kita. Begitulah kira-kira cara beragama yang tidak didasari oleh Tauhid. Beragama Islam, menjalankan ritual agama Islam, tapi tidak ber-tauhid.

Dalam praktik dasar ajaran Tauhid, seseorang diharuskan untuk bersumpah dengan kesadaran tertingginya untuk mengakui dan bersaksi, bahwa hanya Allah saja tempat kita menggantungkan segala permasalahan kehidupan di dunia dan akhirat nanti. Segala yang kita lakukan di dunia ini adalah dalam rangka mewujudkan keinginan dan misi dari Allah swt, bukan sebaliknya untuk mewujudkan keinginan dan ambisi pribadi dari hawa nafsu manusia.

Mari kita serahkan segala urusan dan pengabdian kita sepenuhnya hanya kepada Allah azza wajalla demi kepentingan dan rencana Allah swt. Bukan sebaliknya.

Kita adalah hamba, dan Allah adalah tuannya. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 00.10