Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Senin, 09 Oktober 2017

Perbuatan Baik Menghapus Perbuatan Buruk

Tidak selamanya manusia itu berada dalam keadaan berbuat kebaikan dan mengerjakan amal shaleh, seringkali manusia juga terjerumus kepada perbuatan dosa dan maksiat. Jadi manusia, jin dan iblis semuanya pernah melakukan perbuatan dosa yang dilarang Allah swt.

Meskipun sama-sama pernah melakukan perbuatan dosa, akan tetapi ada satu hal yang membedakan antara manusia dengan iblis, yaitu setelah menyadari kesalahan dan dosanya manusia akan bertobat dan memohon ampun kepada Allah swt. Sedangkan iblis justru sebaliknya, dia menjadi sombong dan tidak mau memohon ampun atas dosa dan kesalahannya. Malahan iblis membangkang dan menolak perintah Allah swt.

Hal tersebut itulah yang kemudian mengakibatkan Allah swt mengutuk iblis selama-lamanya. Dan sebaliknya, terhadap manusia yang menyadari kesalahan dan dosanya, lalu dia meminta ampun kepada Allah swt, maka kemudian Allah swt mengampuni dosa-dosa manusia dan menempatkan manusia kepada martabat kedudukan yang dimuliakan Allah swt sebagaimana sebelumnya Allah juga telah mengampuni Nabi Adam as dan memuliakan anak keturunan Adam as.

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ
كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS 17:70)

Setelah melakukan perbuatan dosa, kemudian menyadari dosanya tersebut dan memohon ampunan Allah swt, kemudian anak Adam juga diperintahkan Allah untuk mengimbangi perbuatan buruknya itu dengan perbuatan baik.

Di dalam suatu malam pengajian, salah seorang sahabat memberikan wejangan akan pentingnya mengimbangi perbuatan buruk ini dengan perbuatan yang baik. Karena pada akhirnya perbuatan baik tersebut akan menghapus perbuatan buruk.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat (orang-orang yang berzikir).” (QS 11:114)

Sudah lumrah dan lazim, bahwa tidak selamanya manusia itu berada dalam keadaan mengerjakan kebaikan. Ada kalanya manusia lengah dan terjerumus mengerjakan keburukan dan dosa. Oleh sebab itu, penting sekali untuk segera bertobat, dan kemudian segera mengerjakan perbuatan baik demi untuk menutupi keburukan dan dosa yang telah diperbuatnya.

Demikianlah, kiat dan upaya manusia dalam menggapai ampunan serta rahmat Allah swt. Kelak di akhirat nanti, baru kita semua akan menyadari bahwa tidak ada pahala berapapun banyaknya itu, yang dapat membeli surga Allah, dan sebaliknya juga tidak ada dosa sebesar apapun dosa tersebut yang luput dari ampunan Allah apabila manusia sungguh-sungguh bertobat.

Kita manusia ini, bukan lah mahluk yang suci dan bebas dari kesalahan serta dosa. Bahkan Nabi dan Rasul sekali pun juga pernah melakukan kesalahan dan dosa. Oleh sebab itulah mengapa guru kita mengajarkan kita untuk senantiasa ber-istighfar, memohon ampunan Allah swt.

Menyadari bahwa kita ini bukan mahluk yang suci, maka tidak pantas dan tidak patut kita merasa diri ini sudah suci dan menganggap semua orang lain kotor. Merasa patut untuk menghakimi orang lain dan memaksakan aturan dalam beragama. Bahkan Nabi dan Rasul sekali pun tidak pernah memaksakan aturan agama kepada sanak keluarganya sendiri, mengapa saat ini banyak sekali orang yang menginginkan untuk memaksa aturan agama kepada semua orang? Bahkan mengkafirkan orang lain? Sudah merasa diri ini yang paling suci? (AK/SY)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 00.08