Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 26 Oktober 2017

Bersungguh-sungguh Mencari Jalan Allah

Berjihad artinya adalah bersungguh-sungguh dalam berusaha atau berjuang, yang dalam hal ini adalah berjuang di jalan Allah. Banyak orang yang hanya mengartikan berjihad itu adalah berperang, yaitu memerangi manusia dengan jalan mengangkat senjata atau menjadi pelaku teroris. Pengertian yang seperti ini adalah salah dan keliru. Karena di dalam banyak ayat-ayat al-Quran disebutkan bahwa berjihad atau berjuang itu adalah di jalan Allah.

Marilah kita mulai mempertanyakan diri sendiri: berjuang di jalan Allah itu sebenarnya manakah jalan Allah itu? Apakah jalan Allah itu sama dengan jalan yang kita anggap atau kita pikir? Apakah jalan Allah itu sama dengan jalan yang kita klaim secara sepihak? Jawabannya adalah belum tentu.

Seorang teroris, apabila kita bertanya kepadanya apakah menurutnya apa yang dilakukannya itu adalah berjihad di jalan Allah? Maka dia pasti akan menjawab: Ya. Padahal pada kenyataannya kita mengetahui bahwa pemahamannya adalah salah dan keliru. Alih-alih berjihad di jalan Allah, seorang teroris sebenarnya tengah berjuang di jalan persangkaan dan pemahaman syaikhnya sendiri, yang kemudian dikira dan diklaim sebagai jalan Allah.

Jalan Allah itu bukanlah hasil kira-kira atau klaim yang seperti itu. Sebagaimana kebanyakan orang mengira bahwa jalan Allah itu adalah jalan yang ditempuh sesuai dengan hasil kesimpulan dan olah pikir terhadap dalil-dalil dari kitab al-Quran atau kitab Hadits. Bukan, bukan seperti itu. Itu adalah pemahaman yang keliru.

Jalan Allah itu bukanlah jalan dari hasil olah pikir kita menurut dalil-dalil kitab semata. Jalan Allah itu ialah jalan yang kita peroleh hasil dari petunjuk Allah swt. Coba anda perhatikan baik-baik ayat al-Quran berikut ini.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS 29:69)

Jadi salah satu pedoman yang harus diperhatikan dalam berjihad itu ialah, bahwa Allah swt akan memberi petunjuk jalan-jalanNya, itulah jalan Allah. Jadi bukan dari hasil persangkaan atau hasil oleh pikir pribadi, tapi benar-benar Allah berjanji untuk memberikan petunjukNya tentang jalan-jalanNya itu.

Nah, orang-orang yang kemudian berjihad dan bersungguh-sungguh di jalan yang ditunjuki Allah tersebut itulah yang kemudian disebut sebagai berjihad di jalan Allah. Di luar itu pada hakekatnya adalah orang-orang yang berjuang di jalan pemahaman atau persangkaan pribadinya semata, bukan di jalan Allah.

Kemudian, selain itu kalau kita memperhatikan ayat tadi, dikatakan bahwa Allah swt beserta orang-orang yang berbuat baik. Menjadi teroris, membuat kerusuhan dan menebarkan kebencian bukanlah merupakan perbuatan yang baik. Oleh sebab itu, maka tidak benar ada jihad dengan jalan berbuat kerusakan atau menebarkan permusuhan dan kebencian sesama manusia. Karena menurut Allah swt, musuh manusia itu bukanlah manusia, akan tetapi syaithan yang terkutuk.

Dengan demikian maka penting sekali untuk memahami, bahwa sebelum mulai berjihad kita hendaknya memastikan dulu bahwa jalan yang akan kita tempuh dan kita perjuangkan itu adalah jalan yang telah ditunjuki Allah swt.

Oleh guru kita, jalan-jalan Allah tersebut adalah jalan yang ditunjuki oleh Allah swt, yaitu jalan yang disebut sebagai jalan Tauhid. Jadi jalan Tauhid itu pada hakekatnya adalah identik dengan jalan Allah, karena jalan Tauhid itu artinya jalan hasil dari petunjuk Allah swt.

Berjihad, berjuang dengan sungguh-sungguh itu adalah dalam rangka untuk mencari Keridhoan Allah swt, bukan dalam rangka untuk hal-hal lainnya. Bukan dalam rangka memenuhi keinginan pribadi, bukan juga dalam rangka untuk memenuhi ambisi dan cita-cita seorang manusia. Oleh karenanya maka dalam berjuang ini, dituntut sikap ikhlas dengan sepenuhnya.

وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“dan (aku telah diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS 10:105)

Orang-orang yang berjuang atau beribadah tidak dengan ikhlas, melainkan atas dasar keinginan, ambisi dan cita-cita pribadi, maka dia bisa jatuh kedalam kategori berbuat syirik. Sehingga boleh jadi orang tersebut termasuk orang-orang yang musyrik.

Nah, setelah kita mengetahui jalan-jalan Allah tersebut, maka kita dituntut untuk bersungguh-sungguh dan beribadah sampai datangnya keyakinan (al-Yaqiin) pada diri kita, yaitu ajal kematian.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” (QS 15:99)

Demikianlah tulisan ini dibuat, sebagai pedoman dalam berjuang dengan sungguh-sungguh di jalan Allah. Bukan di jalan persangkaan atau di jalan hasil olah pikir kita sendiri terhadap dalil. Tetapi, benar-benar di jalan yang ditunjuki Allah swt, jalan Tauhid. (AK/SY)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 03.41