Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 3 September 2015

Mengapa Banyak Sekali Orang Miskin, Padahal Negeri Ini Begini Kaya?

Pada hari ini nilai kurs rupiah terhadap USD terus melorot ke angka kisaran lebih dari IDR 14ribu per USD, orang-orang mulai ribut dan gelisah. Para pengusaha, ekonom dan masyarakat luas ramai mengomentari gejala pelemahan nilai rupiah ini. Indonesia di ambang krisis moneter sebagaimana tahun 1998 lalu.

Para ekonom satu per satu mulai mengomentari dan memberikan analisanya ke khalayak umum, mulai dari pendapat yang mengatakan bahwa investasi banyak yang keluar dari Indonesia sehingga di dalam negeri kekurangan devisa dalam bentuk mata uang USD, dan sebagainya. Beberapa pakar lainnya berpendapat sebaiknya pemerintah menerapkan kebijakan berupa stimulus yang akan membantu pertumbuhan usaha dan menguntungkan dunia usaha.

Demikianlah bagaimana kebiasaan masyarakat kita merespon setiap kejadian, kesulitan dan masalah di negeri ini. Selalu melalui kaca mata lahiriah semata, melalui perspektif lahir. Tidak ada yang pernah berfikir: pada hakekatnya dari manakah datangnya semua masalah tersebut? Dengan apa kita berpegang teguh untuk menyelesaikan masalah itu? Dan kepada siapa kita harus memohon pertolongan untuk keluar dari masalah tersebut?

Tiba-tiba saja negeri yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa ini lupa kepada Tuhan. Mengapa Tuhan mendatangkan masalah tersebut? Tidak pernah ada yang mempertanyakan.

Dalam pengajian di yayasan kami, guru mengajarkan bahwa akar dari segala permasalahan negeri ini adalah bermula dari sangat sedikitnya manusia Indonesia yang beriman. Kemudian Allah mendatangkan berbagai macam permasalahan agar orang-orang di negeri ini insaf, kembali kepada keimanan kepada Tuhan.

Pemeluk agama Islam memang banyak, tetapi orang-orang yang beriman di dalamnya sangat sedikit. Itulah jawaban dari pertanyaan: Mengapa Banyak Sekali Orang Miskin, Padahal Negeri Ini Begini Kaya?

Apabila dengan perpektif lahiriah seperti selama ini pemerintah dapat mengatasi permasalahannya, maka bukan berarti permasalahan lainnya tidak akan datang. Silih berganti masalah dan kesulitan datang dengan maksud agar masyarakat insaf, sadar bahwa Tuhan itu benar-benar Ada di sekeliling kita dan senantiasa Mengawasi. Menunggu sampai banyak orang-orang kembali kepada keimanan yang kuat dan menjadikan Allah swt sebagai Yang Maha Menolong.

Mudah-mudahan Negeri ini akan Jaya, karena banyak orang yang kembali kepada keimanan. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 20.49