Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 12 November 2017

Indonesia Menggugat

Kepada tuan-tuan yang seringkali menyatakan bahwa kehidupan bernegara umat Islam itu harus berdasarkan al-Quran dan Hadits. Bahwa seluruh kehidupan umat Islam itu harus berdasarkan al-Quran dan Hadits. Maka izinkanlah kami melalui tulisan ini menggugat doktrin tuan-tuan itu.

Tuan-tuan yang terhormat, ketahuilah bahwa kitab al-Quran dan kitab Hadits yang tuan-tuan rujuk itu adalah kitab yang sama yang telah dipergunakan oleh Haji Abdul Ghafar (Snouck Hurgronje) untuk memecah belah persatuan umat Islam demi untuk kepentingan penjajah Belanda. Kitab itu pula yang telah dipergunakan oleh beberapa ulama palsu untuk mengaku sebagai Nabi dan mengajarkan ajaran yang sesat di negeri kami. Kitab yang sama itu pula yang telah dijadikan hujjah dan dasar bagi sebagaian syaikh untuk menganjurkan pengikutnya menjadi teroris.

Jadi dengan demikian, maka apa yang tuan-tuan nyatakan bahwa umat Islam harus hidup di bawah dasar al-Quran dan Hadits adalah sebenarnya menganjurkan umat Islam untuk hidup di bawah penafsiran dan pemahaman ulama atau syaikh saat ini terhadap al-Quran dan Hadits, bukan berdasarkan al-Quran dan Hadits itu sendiri.

Padahal kita semua memakluminya, bahwa penafsiran dan pemahaman ulama atau syaikh itu tidak terjamin kebenarannya. Belum tentu benar. Dan apabila kemudian tuan-tuan mengharuskan umat Islam untuk hidup berdasarkan penafsiran dan pemahaman yang belum tentu benar, maka itu sama saja mengajak umat Islam ke jalan kesesatan.

Oleh sebab itu, maka izinkanlah kami menggugat doktrin yang kerap kali tuan-tuan sampaikan itu. Sebab menurut kami, yang benar itu adalah umat Islam seharusnya hidup berdasarkan Petunjuk Tuhan. Bukan berdasarkan penafsiran dan pemahaman manusia belaka. Hidup itu harus berdasarkan Bimbingan Tuhan. Hidup itu harus berdasarkan Tuhan, bukan berdasarkan pemahaman atas dalil.

Fungsi dari kitab suci al-Quran dan Hadits adalah untuk menuntun manusia agar bisa menemukan jalan menuju Tuhan. Jadi kitab suci adalah bukan tuhan itu sendiri. Apabila tuan-tuan membolak-balik lembaran-lembaran kitab suci al-Quran, maka terdapat banyak sekali tulisan Tuhan, akan tetapi bukan Tuhan itu sendiri. Tuhan tidak ada di dalam kitab suci al-Quran, karena kitab itu bukanlah tempat Tuhan.

Apabila tuan-tuan belum mengerti bagaimana caranya berhubungan langsung dengan Allah dan mendapatkan Petunjuk dan Bimbingan Allah, maka pelajarilah ajaran Islam lebih dalam lagi. Lebih bersungguh-sungguh lagi, pasti Allah akan menunjukan jalanNya.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari jalan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS 29:69)

Melalui tulisan ini, izinkan lah kami menggugat doktrin yang tuan-tuan kerap sampaikan itu. Marilah kita kembali berTuhankan Allah, bukan bertuhankan kepada dalil semata. Apalagi kalau hanya penafsiran dan pemahaman yang belum tentu benar itu. Sadarilah sepenuhnya kekeliruan doktrin tersebut. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 12.26