Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Senin, 27 November 2017

Kewajiban Yang Terlupakan

Tahukah anda mengapa bumi bisa berputar pada porosnya sehingga mengakibatkan adanya pergantian siang dan malam? Yaitu karena adanya perbedaan temperatur akibat sinar matahari yang menerangi sebagian bumi, mengakibatkan sebagian permukaan bumi menjadi terang dan memanaskan suhu bumi di bagian tersebut. Adapun bagian bumi yang tidak mendapatkan sinar matahari menjadi gelap (malam hari) dan suhunya menjadi lebih rendah. Elektron di bagian bumi yang bersuhu lebih tinggi akan bergerak lebih bebas dibandingkan dengan elektron di bagian bumi dengan suhu yang lebih rendah di daratan yang gelap/malam, sehingga pada akhirnya hal tersebut akan mengakibatkan adanya perbedaan potensial tegangan listrik bumi yang kemudian menciptakan medan listrik bumi dari daerah bumi yang siang ke daerah bumi yang malam. Medan listrik bumi tersebut kemudian berinteraksi dengan medan magnet bumi sehingga akibatnya timbullah gaya Laurentz yang kemudian menghasilkan daya dorong untuk memutar bumi melawan kelembaman dan friksi atmosfer, sehingga akibatnya bumi berputar.

Jadi tanpa adanya siang dan malam, maka bumi tidak akan berputar pada porosnya secara terus menerus sepanjang masa. Itulah salah satu rahasia Allah swt dari pergantian siang dan malam, bahwa dengan adanya pergantian siang dan malam, bumi yang beratnya 6,5 juta quadriliun ton ini dapat diputar pada porosnya. Yang demikian itu adalah suatu pelajaran yang besar dari Allah swt bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan dan mempergunakannya untuk melakukan pengamatan.

يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ
“Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.” (QS 24:44)

Gaya putar bumi yang sedemikian besar itu adalah akibat adanya perbedaan gerakan elektron statis bumi, dan perbedaan tersebut akan sangat terasa pada tepi-tepi penghujung daerah siang dan daerah malam. Disitulah daerah dimana perbedaan tegangan listrik bumi paling terasa, daerah dimana arus perbedaan energi paling dapat dirasakan, yaitu pada daerah antara malam menjadi siang, atau dari siang menjadi malam.

Pada daerah-daerah yang tengah mengalami perubahan dari malam menjadi siang (pagi hari) atau dari siang menjadi malam (petang hari), itulah daerah-daerah yang kemudian Allah swt memerintahkan penduduknya untuk berzikir dengan menyebut nama Allah swt. Dialah yang telah membuat bumi ini berputar pada porosnya, sehingga terjadi pergantian siang dan malam yang oleh karenanya maka kemudian bumi ini menjadi penuh dengan kehidupan.

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
“Dan berzikirlah dengan menyebut (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS 7:205)

Di tepi-tepi saat pergantian siang dan malam itulah, Allah swt memerintahkan manusia untuk banyak-banyak berzikir mengingat Allah, karena itulah saat-saat dimana arus perpindahan energi yang besar tengah terjadi. Bukan hanya energi fisik, akan tetapi juga energi non-fisik, sehingga apabila kita melakukan zikir pada waktu-waktu tersebut maka dampaknya akan lebih terasa dibandingkan dengan waktu-waktu lainnya.

Di dalam kitab suci al-Quran, perintah Allah swt untuk melakukan zikir di waktu pagi dan petang ada banyak sekali, dan sangat jelas sekali. Sebagaimana juga ayat yang berikut ini.

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Dan berzikirlah dengan menyebut nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.” (QS 76:25)

Dan juga perhatikanlah perintah Allah swt kepada orang-orang yang beriman pada ayat di surat al-Ahzab berikut ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (QS 33:41-42)

Berzikir di waktu pagi dan petang tampaknya memang merupakan suatu kewajiban yang tertulis dengan jelas sekali di dalam banyak ayat-ayat al-Quran. Kewajiban yang harus dilakukan oleh orang-orang yang berakal, oleh orang-orang yang melakukan pengamatan dan oleh orang-orang yang beriman.

Akan tetapi pada hari ini, sayang bahwa kebanyakan dari manusia dan umat Islam cenderung untuk mengabaikan perintah Allah swt ini. Hanya sedikit sekali orang yang melakukan zikir di waktu pagi dan petang. Sedangkan sebagian besar orang-orang lainnya mereka itu adalah lalai. Di waktu pagi dan petang sebagian besar dari orang-orang saat ini lalai untuk melakukan zikir, sehingga waktu yang sempit dan sedemikian berharganya itu berlalu begitu saja tanpa dapat dimanfaatkan.

Berzikir di waktu pagi dan petang, inilah kewajiban yang terlupakan. Suatu kewajiban yang dipandang sepele dan cenderung untuk diabaikan oleh kebanyakan umat Islam saat ini. Meskipun sebenarnya perintah Allah swt di dalam al-Quran sangat jelas, akan tetapi sayangnya tidak banyak ulama dan penceramah yang menyampaikan hal ini. Sehingga berakibat bahwa hal ini menjadi sebuah kewajiban yang terlupakan.

Kebanyakan umat Islam saat ini lebih gandrung dan cenderung kepada ibadah-ibadah yang dapat mendatangkan terkabulnya permintaan, seperti misalnya sholat tahajud. Atau kebanyakan umat Islam saat ini lebih menyukai jenis-jenis ibadah lainnya yang banyak mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Sehingga kemudian kebanyakan dari kita menjadi lupa dan lalai terhadap ibadah zikir yang justru di dalamnya terdapat rahasia dan hikmah yang tersembunyi. (AK/SY)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.35