Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Rabu, 29 November 2017

Teori Konspirasi

Indonesia dengan jumlah pengguna internet saat ini sekitar 132,1 juta orang merupakan urutan ke-5 terbanyak di dunia setelah China, India, AS dan Jepang. Akan tetapi apabila dilihat dari segi taraf pendidikan orang Indonesia, ternyata masih lebih rendah dibandingkan dengan AS atau Jepang. Dengan jumlah pengguna internet yang besar dan dengan taraf pendidikan penduduknya yang masih rendah, maka Indonesia merupakan negara yang paling menarik bagi bisnis penyebaran berita bohong (hoax) dan teori konspirasi.

Antara berita bohong dan teori konspirasi, sebenarnya terdapat satu kesamaan yang dekat, yaitu keduanya tidak pernah dibuktikan kebenarannya. Bahkan kadang-kadang keduanya diproduksi untuk tujuan mengelabui penduduk seperti bangsa Indonesia ini. Demi untuk tujuan-tujuan dan kepentingan pihak tertentu.

Teori konspirasi adalah teori yang menurut sebagian besar pendapat orang saat ini adalah sesuatu yang ada, benar dan dipercaya mampu menghasilkan peristiwa-peristiwa sejarah yang penting. Meskipun berupa teori, akan tetapi justru kebanyakan orang saat ini mempercayainya sebagai sebuah kebenaran.

Contoh dari teori konspirasi yang paling sering kita dapati misalnya adalah konspirasi kaum iluminati yang berlatar belakang orang-orang Yahudi sebagai dalang utama di belakang layar. Anda pasti pernah atau bahkan sering mendapatkannya di situs-situs internet, atau bahkan banyak juga buku-buku yang membahas masalah teori konspirasi kaum iluminati ini. Meskipun begitu banyak fakta-fakta dan dokumen-dokumen diperlihatkan, akan tetapi sampai dengan saat ini tidak ada satupun pihak yang mampu membuktikan kebenaran dan keberadaan dari teori konspirasi ini.

Kemudian ada juga teori konspirasi tentang peristiwa 9/11 yang berhubungan dengan pembajakan pesawat dan runtuhnya gedung WTC di AS. Ada berbagai macam versi dari teori konspirasi yang muncul berkaitan dengan hal ini. Akan tetapi pada akhirnya juga sama, tidak ada satupun pihak yang mampu membuktikan kebenaran dari teori konspirasi ini.

Selanjutnya ada berbagai macam bentuk teori konspirasi lainnya yang muncul, seperti misalnya teori tentang UFO, tentang Alien, tentang perang teluk, tentang ISIS, tentang tsunami di Aceh tahun 2004, dsb. Tidak ada satupun pihak atau badan riset tertentu yang mampu membuktikan bahwa semua teori konspirasi tersebut adalah ada dan benar.

Padahal, sebagai seorang muslim mestinya kita mampu berpikir kritis dan obyektif. Sesuatu teori bagaimana pun bagus dan menariknya tetap harus diperiksa dan dibuktikan kebenarannya terlebih dahulu. Akan tetapi sayangnya, dari sekian banyak teori konspirasi yang berkembang dan dipercaya kebenarannya saat ini, tidak ada satu pun yang kemudian dibuktikan kebenarannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS 49:6)

Padahal jelas sekali bahwa teori konspirasi ini awal mulanya adalah dibuat oleh manusia, bukan oleh Allah swt. Jadi dengan demikian maka teori konspirasi tersebut adalah belum tentu benar, karena manusia bukanlah al-Haq Yang Maha Benar.

Saudara-saudaraku sekalian, semua teori konspirasi yang disebutkan di atas tadi, adalah teori konspirasi yang dibuat berdasarkan perspektif ateis, yaitu pandangan dari orang yang tidak percaya atau mengesampingkan peran Allah swt sebagai Tuhan Yang Mengatur dunia ini. Jadi apabila suatu saat anda mendengar atau mendapati seseorang mengemukakan sebuah teori konspirasi kepada anda, seperti misalnya teori konspirasi kaum iluminti, teori konspirasi persekongkolan orang-orang China, dst, maka yakinkanlah di dalam hati anda bahwa teori konspirasi tersebut adalah pandangan dari sudut pandang ateis.

Seseorang yang ateis, maka dia tidak mempercayai bahwa Tuhan adalah yang mengatur segala peristiwa di dunia ini. Menurut pandangan seorang ateis bahwa segala peristiwa di dunia ini adalah hasil rekayasa konspirasi dari orang-orang Yahudi atau Nasrani atau orang China. Padahal jelas sekali guru kita sering mengajarkan kepada kita, bahwa segala peristiwa yang terjadi di dunia ini adalah hasil dari Kehendak dan Ketetapan Allah swt, bukan karena kehebatan konspirasi orang Yahudi atau Nasrani atau orang China.

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
“Orang-orang kafir itu membuat makar, dan Allah membalas makar mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas makar.” (QS 3:54)

Kemudian menurut pandangan seorang ateis, mereka meyakini bahwa musuh manusia itu adalah manusia lainnya, seperti misalnya musuh umat Islam adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Oleh sebab itu maka teori konspirasi yang dibuat oleh orang-orang yang berpandangan ateis menyatakan bahwa telah terjadi konspirasi global, dunia ini telah dikuasai oleh musuh umat Islam yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Padahal jelas-jelas dalam al-Quran Allah swt menyatakan bahwa musuh manusia yang nyata itu adalah syaithan, bukan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Pada zaman dahulu Nabi Yakub as memiliki anak laki-laki yang kelak menjadi nenek moyang bagi keturunan Bani Israil. Pada suatu malam salah seorang anaknya Yusuf as mendapatkan mimpi yang menurutnya aneh. Berikut ini adalah nasihat dari Nabi Yakub as kepada anaknya itu.

قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS 12:5)

Maka seorang yang beriman dan bertauhid, mereka itu memiliki sudut pandang terhadap teori konspirasi dan makar dengan pandangan yang berbeda dibandingkan dengan pandangan dan pemahaman seorang ateis. Bagi orang-orang yang beriman, maka musuh manusia itu adalah syaithan, bukan manusia dan juga bukan saudara-saudaranya Yusuf as yang kelak menurunkan Bani Israil.

Nah, jadi menjadi jelas lah sekarang, bahwa ada 2 teori konspirasi: yaitu teori konspirasi dari sudut pandang seorang ateis, dan ada juga teori konspirasi dari sudut pandang seorang yang beriman dan bertauhid. Keduanya sangat berbeda sebagaimana yang baru saja dijelaskan di atas tadi. Termasuk pendukung kategori teori konspirasi manakah anda? (AK)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 20.49