Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 02 Desember 2017

Cara Menjalani Kehidupan Yang Sehat

Kesehatan adalah salah satu karunia Allah swt yang tak terhingga harganya bagi manusia. Tanpa kesehatan, maka manusia tidak dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sempurna. Inilah tulisan tentang cara menjalani kehidupan yang sehat yang diajarkan oleh guru kita.

Meskipun dunia barat telah mempelajari dan mengembangkan ilmu tentang kedokteran selama beratus-ratus tahun lamanya, akan tetapi ilmu kedokteran tersebut masih bersifat ilmu fisik. Ilmu kedokteran saat ini masih mengesampingkan faktor-faktor non-fisik dalam mempengaruhi kesehatan manusia, kecuali sedikit sekali sebagaimana yang mereka pelajari dalam ilmu psikologi dan hubungannya dengan kesehatan tubuh manusia. Selebihnya landasan dari ilmu kedokteran saat ini adalah pada aspek fisik dari tubuh manusia.

Asal muasal ilmu kedokteran Barat dimulai dari usaha mereka untuk menggali ilmu kesehatan dari akarnya, yaitu karya Ibnu Sina, al-Qanun fi al-Tibb (The Canon of Medicine) yang berisi pengetahuan tentang tubuh manusia, jenis-jenis penyakit dan cara penyembuhannya serta ilmu untuk meracik obat-obatan. Pada saat itu, konsep dan pemikiran Ibnu Sina sendiri masih banyak kesamaannya dengan pemikiran Aristoteles. Belum banyak mendalami kaitan antara dunia non-fisik terhadap kesehatan fisik manusia.

Konsep dasar kedokteran yang berkaitan dengan kesehatan manusia saat ini adalah pada pengaruh dari interaksi aspek fisik terhadap tubuh manusia. Sehingga dengan demikian maka apabila seseorang jatuh sakit, maka dokter akan memeriksa dan mendiagnosa tubuh manusia tersebut. Mereka akan mencari aspek fisik penyebabnya, mencari kuman, bakteri, virus atau adanya kerusakan organ tubuh. Setelah ditemukan maka kemudian dokter akan mencari cara penyembuhannya, mencari obat untuk membunuh kuman, bakteria atau virusnya. Memeriksa tubuh pasien dan melihat apakah ada organ tubuh yang rusak, dan apakah kerusakannya tadi bisa diperbaiki, atau harus dibuang agar tidak membusuk.

Ilmu kedokteran saat ini tidak mengerti mengapa sel-sel tubuh seseorang bisa tiba-tiba berubah menjadi kanker. Ilmu kedokteran saat ini tidak bisa memahami sifat dari kuman, bakteri atau virus kecuali karakteristik fisiknya saja. Apa yang menyebabkan bakteri senang tinggal di dalam tubuh seseorang, dan tidak pada orang lainnya. Apa yang menyebabkan virus dengan cepat berkembang biak di dalam tubuh seseorang dan tidak pada orang lainnya. Apa faktor-faktor non-fisik yang mempengaruhi kuman, bakteri dan virus tersebut? Ilmu kedokteran saat ini tidak mempelajarinya.

Ada hal-hal non-fisik yang mengawali terjangkitnya seseorang terhadap penyakit tertentu. Apabila kita mampu memindahkan kesadaran jiwa seorang penderita diabetes ke tubuh orang lainnya, maka tubuh orang lain yang semula sehat akan segera menderita diabetes pula. Ini artinya bahwa penyakit tersebut dibawa oleh kesadaran dan jiwa seseorang, bukan oleh tubuh fisiknya. Hal ini pernah dibuktikan dalam kasus seorang penderita sakit jiwa dengan kepribadian ganda, dimana salah satu pribadinya merasa sebagai penderita diabetes.

Guru kita pernah mengajarkan bahwa kondisi fisik dari tubuh dan organ-organnya adalah tergantung dari kondisi jiwa dan pikirannya. Di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat, dan sebaliknya. Ini adalah jargon yang bertolak belakang dengan jargon yang selama ini kita kenal.

Apabila kedalam tubuh manusia kita masukan jiwa dan kesadaran dari mahluk halus yang mereka itu suka sekali memakan makanan yang keras dan tajam seperti batok kelapa atau pecahan beling, maka tubuh manusia tadi akan beradaptasi menyesuaikan. Tubuh tersebut menjadi kebal terhadap pecahan beling, menjadi kuat untuk mencabik-cabik batok kelapa dengan giginya. Begitulah, kondisi fisik tubuh manusia akan menyesuaikan dengan keadaan pikiran dan jiwa yang merasukinya.

Demikian juga apabila di dalam tubuh manusia, hinggap berbagai macam energi dan mahluk halus yang kasar sifatnya, jorok dan kotor, maka tubuh tersebut akan rentan untuk dihinggapi oleh kuman atau bakteri yang kotor pula. Jadi awal sebab sebuah penyakit fisik, biasanya didahului oleh kekasaran, kekotoran atau ketidaknormalan energi non-fisik di dalam tubuh. Energi non-fisik tersebut bisa jadi berasal dari mahluk halus, atau bisa juga berasal dari sifat manusia itu sendiri.

Seseorang yang sepanjang hidupnya sering sekali marah-marah dengan berteriak-teriak, maka lambat laun otot-otot dan sel-sel di sekitar lehernya akan merespon sifat buruk tersebut. Lama kelamaan di masa tuanya sel-sel di sekitar leher akan berubah menyesuaikan diri pada sifat buruk orang tadi menjadi sel kanker di sekitar kelenjar getah bening.

Di dalam salah satu sesi pengajian, guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya untuk membangun kesehatan tubuh dengan cara yang agak berbeda. Yaitu dengan cara membersihkan tubuh dari energi dan sifat yang kotor dan buruk. Caranya yaitu dengan banyak berzikir dan mengingat Allah swt.

Dimulai dari bangun tidur membaca syahadat beberapa kali, kemudian dilanjutkan dengan membaca istighfar secara terus menerus sepanjang hari. Rupanya dengan membaca istighfar ini maka dosa dan kesalahan kita akan diusahakan untuk dihapus. Energi buruk dan sifat buruk akan dicoba untuk dihilangkan. Apabila Allah swt menerima tobat dan istighfar orang tadi, maka energi buruk dan sifat buruk di dalam tubuh orang tersebut akan hilang, sehingga jiwa orang tadi menjadi bersih dan kemudian tubuh menjadi sehat. Tidak akan ada sel kanker yang akan tumbuh.

Seseorang yang bersih akhlaknya, diampuni dosa-dosanya dan bersih ikhlas pikiran dan niatnya, maka dia akan hidup sehat. Kondisi tubuhnya akan sehat dan bugar, penyakit pun seakan lari menjauh.

Seorang yang dalam hal menjaga kesehatan sangat baik dan pantas untuk dijadikan suri tauladan adalah Rasulullah saw. Beliau sangat apik dan sangat sehat cara hidupnya. Zikirnya sangat hebat, terus menerus berzikir mengingat Allah swt sepanjang waktunya, bahkan di saat tidur sekalipun ruh beliau senantiasa menghadap Allah swt. Makan dan puasanya sangat sehat, tidur dan bekerjanya sangat sehat, minumnya juga hanya minuman yang sehat. Dia lah panutan kita untuk menjaga kesehatan.

Seorang Muhammad saw yang sedemikian sehat, kemudian tiba-tiba saja demam tinggi dan meniggal di usia 62 tahun sungguh sesuatu yang tidak masuk akal. Demam itu sendiri bukanlah penyakit, demam adalah gejala dari adanya infeksi atau kuman atau racun yang masuk ke dalam tubuh. Jadi boleh jadi ada seseorang yang memasukan racun kedalam makanannya, meskipun kisah ini masih menjadi polemik di kalangan ulama saat ini.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak berzikir menyebut Allah.” (QS 33:21)

Bagi seorang yang beriman, maka contoh tauladannya adalah Rasulullah Muhammad saw, dimana beliau gemar berzikir dan senantiasa mengingat Allah swt. Dengan senantiasa berzikir maka tubuh akan sehat. Karena ternyata orang yang gemar berzikir akan merangsang seluruh anggota tubuhnya untuk berzikir juga. Anggota tubuh yang berzikir adalah anggota tubuh yang akan melaksanakan fungsinya dengan normal. Dan anggota tubuh yang melaksanakan fungsinya dengan normal adalah anggota tubuh yang sehat.

Jadi, banyak-banyaklah berzikir mengingat Allah, maka tubuh anda akan sehat. Karena dengan berzikir maka jiwa anda akan bersih. Jiwa yang bersih akan menjadikan tubuh sehat dan bugar. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 22.53