Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 08 Desember 2017

Permintaan Yang Paling Dicintai Allah

Pada hari ini, kebanyakan orang rela bangun tengah malam adalah demi untuk melaksanakan sholat tahajud dan memanjatkan permintaan hajatnya. Demikian juga ketika orang pergi menunaikan ibadah umroh ke tanah suci, banyak dari mereka yang bertujuan untuk memanjatkan doa permintaan hajatnya di depan al-Multazam. Hampir keseluruhan doa dan permintaan yang dipanjatkan kepada Allah swt adalah yang berkaitan dengan permintaan hajat manusia, ada yang minta ditambah rezekinya, disembuhkan dari sakitnya atau ada yang minta diselesaikan permasalahan kehidupannya.

Namun di tengah-tengah keadaan yang seperti itu, ada sekelompok kecil umat Islam yang justru mereka itu apabila memanjatkan doa, maka permintaan mereka itu adalah minta ampun kepada Allah swt. Bukan meminta sesuatu yang lainnya, hanya minta ampun kepada Allah swt. Inilah jenis permintaan yang paling dicintai Allah swt.

Apabila anda membuka ayat-ayat al-Quran, maka anda tidak akan menemukan di dalamnya sesuatu perintah Allah agar manusia memanjatkan doa agar Allah melenyapkan permasalahan hidup seseorang. Karena permasalahan hidup itu adalah bagian dari ujian Allah swt untuk menguji apakah seseorang itu beriman atau tidak. Jadi tidak ada perintah dalam al-Quran yang mengharuskan agar kita berdoa supaya permasalahan hidup di dunia itu dapat dilenyapkan. Justru yang diperintahkan dalam al-Quran adalah perintah untuk memohon ampun.

وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ
“Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (QS 11:90)

Pada hari ini, tidak banyak umat Islam yang menyadari bahwa memohon ampun adalah kewajiban yang diperintahkan Allah swt. Sehingga beristighfar memohon ampunan Allah swt adalah sesuatu yang harus dilakukan secara teratur setiap harinya, sebagaimana kita melaksanakan sholat wajib.

Mengapa kita harus beristighfar memohon ampun kepada Allah swt secara teratur setiap harinya? Karena kita sebagai manusia adalah mahluk yang tidak lepas dari kesalahan dan dosa. Apabila anda jeli dan sensitif untuk memperhatikan perilaku anda sendiri, maka anda akan menyadari betapa setiap detiknya kita banyak melakukan kesalahan. Mulai dari menyepelekan kepentingan orang lain, sembarangan membuang sampah, menyinggung perasaan orang lain, sampai membunuh seekor semut. Semua itu adalah dosa dan kesalahan kita yang setiap saat dicatat oleh malaikat pedamping.

Namun sayangnya pada hari ini, banyak sekali umat Islam yang tidak peka dan kurang sensitif terhadap dosa dan kesalahan yang diperbuatnya. Kebanyakan hati kita menjadi kasar dan tidak peka terhadap kesalahan dan dosa yang kita perbuat. Bersikap masa bodoh dan tidak mengacuhkan hal-hal sepele yang menyakitkan dan merugikan orang lain.

Kebanyakan dari umat Islam saat ini merasa dirinya sudah suci dan bersih dari dosa. Sehingga tidak peka dan tidak sensitif untuk dapat melihat kesalahannya sendiri. Akibat merasa sudah suci dan tidak ada masalah dengan dirinya sendiri, kemudian banyak dari umat Islam saat ini yang gemar menghakimi orang lain. Mengintimidasi para wanita yang tidak mengenakan jilbab, mempublikasikan kekeliruan keyakinan dan agama orang lain, menekan pihak lain agar menerima pendapat dari dirinya sendiri hingga sampai mengkafirkan orang lain yang tidak sependapat dan sepaham dengannya.

Akibat dari tidak peduli akan kesalahan yang diperbuatnya, maka kebanyakan dari umat Islam saat ini tidak sadar bahwa mereka seharusnya melakukan zikir istighfar memohon ampun kepada Allah swt sebanyak-banyaknya. Coba anda perhatikan zikir apa yang kebanyakan dilakukan oleh umat Islam setiap sehabis sholat? Subhanallah, Walhamdulillah, Wallahu Akbar. Itu adalah zikir yang dilakukan oleh malaikat, dimana mereka para malaikat tadi adalah mahluk Allah yang tidak memiliki dosa. Tidak tepat dilakukan oleh manusia yang tidak pernah lepas dari dosa. Ini adalah sebuah kekeliruan yang besar.

Bagi kebanyakan umat Islam saat ini, mereka merasa bahwa memanjatkan istighfar memohon ampun kepada Allah swt cukup sekali saja. Kebanyakan dari umat Islam merasa bahwa dengan memanjatkan istighfar sekali saja maka Allah swt Yang Maha Pengampun sudah pasti akan mengampuninya. Sungguh hal ini merupakan sikap yang sangat keterlaluan. Nabi Adam as memohon ampun kepada Allah swt selama ratusan tahun lamanya sehingga kemudian Allah swt pada akhirnya mengampuni dosa beliau.

Oleh karena ketidakpedulian pada dosa dan kesalahan yang diperbuatnya, banyak sekali dari umat islam yang terperanjat dan kaget. Ternyata nanti di akhirat kelak semua dosa dan kesalahan mereka yang kecil-kecil tercatat dalam sebuah kitab. Semuanya tanpa ada yang terlewat. Banyak dari orang Islam yang akan kaget dengan betapa menumpuknya dosa mereka itu.

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ
صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.” (QS 18:49)

Dosa-dosa yang menumpuk itu, apabila pada saat hidup di dunia kita tidak pernah banyak-banyak memohon ampun kepada Allah, dan hingga sampai dengan ajal datang dosa-dosa tersebut masih belum terampuni, maka sadarilah bahwa dosa yang belum terampuni akan menyeret seseorang terjerumus kedalam neraka. Jadi, manusia, jin dan iblis akan diseret masuk kedalam neraka adalah karena dosa yang tidak atau belum terampuni.

Menyadari akan hal ini, maka kemudian iblis menjadikan ini sebagai program utamanya. Membuat istighfar dan memohon ampun kepada Allah sebagai hal yang sepele dan boleh dilupakan manusia. Oleh iblis umat Islam dibiarkan untuk melaksanakan sholat, puasa atau pergi haji dan umroh, asalkan jangan sampai mereka itu banyak-banyak beristighfar memohon ampun kepada Allah swt. Sehingga nantinya akan banyak manusia dan jin yang turut serta menemani iblis terjerumus kedalam neraka.

Demikianlah tulisan ini dibuat sebagai bahan peringatan bagi umat Islam. Ini bukanlah tulisan yang sering anda dengar dan dapati, bukan merupakan tulisan yang menyatakan bahwa apa yang banyak dilakukan oleh umat Islam saat ini sudah baik dan akan membawa seluruh umat Islam masuk ke dalam surga.

Bukan, ini bukanlah tulisan yang seperti itu. Mungkin bukan merupakan tulisan yang anda harapkan untuk dibaca. Ini adalah peringatan kepada umat Islam bahwa ada suatu kekeliruan besar yang tidak disadari: beristighfar dan memohon ampun kepada Allah sebanyak-banyaknya. Guru kita dan YAKDI tidak akan meninabobokan anda, tidak akan membuat anda terlena sehingga melupakan hal terpenting yang seharusnya dilakukan umat Islam selama hidup di dunia. Inilah pesan dan perintah dari Allah yang seharusnya disampaikan kepada umat Islam, meskipun kurang meyenangkan untuk didengar. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 14.45