Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 6 September 2015

Mari Meninggalkan Kebencian terhadap Yahudi

Apabila anda bertanya kepada seorang muslim yang beraliran keras saat ini: Siapakah musuh umat Islam yang wajib untuk diperangi? Barangkali jawabannya adalah: Bangsa Yahudi dan antek-antek sekutunya seperti Amerika Serikat.

Kebencian itu begitu kerasnya sehingga apabila anda melihat wajah saudara kita itu, maka yang terlihat adalah wajah kebencian dan permusuhan, bukan wajah yang ramah dan murah senyum sebagaimana wajah Rasullullah saw.

Nabi Musa as adalah dari bangsa Yahudi, nabi Isa as juga dari bangsa Yahudi, bagaimana mungkin kita membenci mereka?

Dalam salah satu kesempatan saat pengajian, Guru mengajarkan kepada kami untuk meniggalkan kebencian kepada bangsa Yahudi. Kebencian kepada suatu bangsa tidaklah dibenarkan, sebagaimana Allah swt juga tidak pernah menganjurkan manusia untuk membenci suatu bangsa lainnya. Karena pada akhirnya Allah swt Yang Maha Adil akan melihat dan menilai pribadi masing-masing individu akan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah swt.

Bagaimana mungkin kita sebagai seorang muslim harus memusuhi dan membenci orang Yahudi atau Nasrani, padahal di dalam al-Quran QS 2:62 Allah swt berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapapun diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal Shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka,, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Mungkin jumlah mereka yang benar-benar beriman diantara orang-orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin sebagaimana yang disebutkan pada firman Allah swt di atas sedikit sekali, tetapi mereka ada.

Jadi, mari kita menghilangkan sifat kebencian di dalam diri kita. Lebih baik dan lebih enak menjadi seseorang yang penuh dengan sifat kasih dan sayang sebagaimana Rasullulah saw. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 05.25