Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 6 September 2015

Jangan Mudah Meng-Kafirkan Orang Lain

Apabila kita mendengarkan perbincangan sebagian besar masyarakat muslim, atau bahkan mendengarkan khotbah atau ceramah agama dari beberapa ustadz dan kyai, maka sebagian besar dari mereka meng-klaim bahwa hanya orang-orang yang beragama Islam saja yang akan masuk surga. Orang-orang selain agama Islam mereka akan masuk kedalam neraka jahanam dan mereka akan kekal di dalamnya.

Tidak jarang pernyataan bahwa orang-orang selain yang beragama Islam adalah kafir.

Bahkan beberapa kalangan muslim yang berhaluan keras, mereka bahkan menyatakan bahwa setiap orang diluar organisasi atau jamaah mereka adalah kafir, tidak peduli apa pun agamanya.

Padahal di dalam al-Quran QS 2:62 Allah swt berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapapun diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal Shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka,, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Menyatakan orang lain sebagai orang kafir adalah menyakitkan hati.

Saudaraku, apabila kita membuka kitab suci al-Quran, maka kafir adalah lawan kata dari iman. Jadi kafir bukan lawan kata dari Islam. Orang-orang yang menutup dirinya dari keimanan kepada Allah swt itulah dia adalah orang kafir.

Jadi kafir itu seperti halnya ‘cover’ dalam bahasa Inggris, yaitu bungkus. Orang-orang yang membungkus dirinya dari keimanan kepada Allah swt adalah orang kafir.

Saudaraku, dalam pengajian di yayasan kami, guru memberi penjelasan bahwa tidak semua orang Islam itu adalah orang beriman, tidak juga semua orang Yahudi, Nasrani atau Shabiin itu adalah orang yang beriman. Nah, orang yang tidak beriman itulah yang dalam al-Quran disebut sebagai orang kafir.

Jadi orang yang tidak beriman, menutup dirinya dari keimanan kepada Allah swt, apapun agamanya, adalah orang kafir.

Dengan demikian maka seseorang tidak dibenarkan untuk menyatakan atau menghakimi orang lain sebagai orang kafir, karena seseorang tidak dapat menentukan atau menyatakan apakah seseorang itu beriman atau tidak. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.55