Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 14 Januari 2018

Cara Menggapai Keridhoan Allah

Guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya, bahwa untuk memperoleh Keridhoan Allah swt maka ternyata caranya adalah sesuatu yang sangat mudah, yaitu dengan cara mengamalkan zikir Syahadat, Istighfar dan Sholawat dalam rangka untuk senantiasa mengingat Allah dan RasulNya setiap saat. Lebih lanjut lagi, guru kita mengajarkan bahwa hendaknya kita senantiasa berzikir di dalam hati mengingat Allah swt tersbut setiap saat sebanyak-banyaknya.

Mengamalkan zikir sebanyak-banyaknya adalah bukan dalam rangka untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, akan tetapi demi untuk mengharapkan Ridho Allah swt. Pahala itu seberapa pun banyaknya, tidak akan mampu untuk membeli surga Allah.

Menurut petunjuk Allah swt yang diterima, bahwa di akhir zaman ini amalan yang paling penting untuk dilakukan manusia agar memperoleh Ridho Allah adalah berzikir Syahadat, Istighfar dan Sholawat dalam rangka mengingat Allah dan RasulNya setiap saat.

Dari sekian banyak jenis peribadatan yang dilakukan oleh manusia, maka ternyata amalan inilah yang paling utama di dalam pandangan Allah swt. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh beberapa penduduk langit, seperti misalnya para Wali, Rasul, atau pun Malaikat Allah swt. Oleh karena merupakan amalan yang paling utama, maka Allah swt memerintahkannya kepada seluruh Rasul-RasulNya.

Semenjak Nabi Adam as yang pertama kali hingga kepada Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir, semuanya diperintahkan Allah swt untuk ber-Syahadat. Sehingga dengan demikian maka Syahadat merupakan perintah Allah swt untuk seluruh manusia di seluruh sejarah peradabannya, mulai dari zaman Nabi Adam as sampai kepada Nabi Muhammad saw. Seluruhnya diperintahkan Allah swt untuk ber-Syahadat.

Selain ber-Syahadat, Allah swt juga memerintahkan manusia untuk ber-Istighfar memohon ampunan Allah swt. Semenjak Nabi Adam as yang melaksanakan ibadah ber-Istighfar memohon ampunan Allah swt selama beratus-ratus tahun lamanya, hingga kepada Nabi Muhammad saw, semuanya diperintahkan Allah swt untuk ber-Istighfar.

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ
جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

“Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS 4:64)

Itulah rupanya benang merah perintah Allah swt kepada manusia di sepanjang sejarah peradaban manusia. Seluruh Rasul Allah swt memerintahkan yang demikian itu, ber-Syahadat dan ber-Istighfar memohon ampunan Allah swt. Kedua amalan tersebut itulah yang kemudian dijamin pasti mendapat Ridho Allah swt.

Dan kemudian, oleh karena Allah swt dan para malaikat-malaikatNya semuanya bersholawat kepada Nabi Muhammad saw, maka Allah swt juga memerintahkan orang-orang yang beriman untuk ber-Sholawat kepada Nabi saw.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS 33:56)

Beberapa ustadz dan penceramah menganjurkan pendengarnya untuk melaksanakan sholawat dalam rangka untuk mendapatkan pahala. Ada juga yang menganjurkannya agar supaya kelak nanti di pengadilan akhirat akan mendapatkan syafaat pertolongan dari Rasulullah saw. Atau bahkan ada juga yang menganjurkannya agar supaya mendapatkan ilmu laduni, ilmu kebal atau ilmu-ilmu tertentu.

Guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya, bahwa ber-Sholawat itu tidak perlu harus ditujukan untuk memperoleh apa-apa, cukup kecintaan Rasulullah saw kepada kita, itu sudah sangat berharga. Karena barangsiapa yang dicintai oleh Rasulullah saw, maka pasti dia juga akan dicintai oleh Allah swt.

Demikianlah tulisan ini dibuat sebagai pedoman agar kita semua selamat menjalani kehidupan ini. Selamat di dunia dan juga selamat di akhirat nanti. Yaitu mendapat Keridhoan Allah swt dan Cinta dari Rasulullah saw. Dengan kedua hal itu, maka sudah sempurna dan sudah komplit semuanya. Tidak perlu lagi mengejar hal-hal lainnya.

Inilah pedoman dan tata cara untuk menggapai Keselamatan hidup, suatu cara yang sangat mudah dan sangat sederhana. Sehingga setiap orang dijamin mampu untuk memahami dan mengamalkannya. Karena memang ternyata jalan keselamatan itu adalah sangat sederhana dan sangat mudah. Bukan sesuatu yang rumit dan berbelit-belit. Anda tidak perlu harus bersekolah dan mendalami ilmunya, karena ternyata jalan tersebut sudah ada di depan mata, dan sangat mudah.

Hanya kemudian iblis dan syaithan menutupi jalan tersebut dari pandangan dan mata kebanyakan dari kita. Agar supaya kita menjadi bingung dan buta, tidak dapat melihat jalan yang sebenarnya sudah terbuka di hadapan kita semua. Keridhoan Allah swt adalah sesuatu yang mudah dan sederhana. Dia adalah apa adanya Dia. Tidak lebih dan tidak kurang dari itu. Begitu itulah Dia. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.46