Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Friday, 26 January 2018

Heart of the Mohseenen

Hati atau qalbu manusia itu ada berbagai macam jenis dan keadaannya. Qalbu seorang beriman, qalbu seorang yang ihsan dan qalbu orang kafir yang tidak beriman tentu berbeda kondisi dan keadaannya. Nah, berbicara mengenai hati atau qalbu ini rupanya ada sesuatu yang harus diluruskan dalam pemahaman kebanyakan kaum muslimin saat ini.

Orang-orang kafir yang tidak beriman, hati mereka itu sebenarnya apabila disebutkan nama Allah, maka akan bergetar hati mereka. Jadi hati dan qalbu orang-orang kafir itulah yang sebenarnya apabila disebutkan nama Allah maka akan berguncang hati mereka. Berikut ini adalah bukti sejarah yang menjelaskan akan hal tersebut tersebut.

Pada zaman dahulu ada seorang kafir musyrikin bernama Ghaurats bin Harits yang berasal dari Bani Muharib, berniat untuk membunuh Nabi saw. Ia berhasil menyelinap di perkemahan kaum muslimin, dan ia melihat Rasulullah saw sedang beristirahat di bawah pohon, dan pedang beliau tergantung di sebuah ranting. Ghaurats datang menyelinap dan kemudian mengambil pedang itu seraya mengacungkan kepada beliau sambil menghardik, “Wahai Muhammad, tidakkah engkau takut kepadaku?”

Rasulullah saw yang segera terbangun, berkata dengan tenang, “Tidak!!”

“Siapakah yang akan menghalangiku untuk membunuhmu?” Tanya Ghaurats lagi.

“Allah!!” Kata Rasulullah saw.

Mendengar nama ‘Allah’ disebutkan dari bibir Rasulullah saw, maka hati Ghaurats bergetar dan berguncang hebat, hingga lemas seluruh tubuhnya dan serasa lumpuh dan kemudian pedang itupun terlepas dari tangannya, dan ia jatuh terduduk. Rasulullah saw segera mengambil pedang itu dan mengacungkannya kepada Ghaurats, dan berkata, “Siapa yang bisa menghalangiku untuk membunuhmu?”

Ghaurats berkata, “Tidak ada!! Jadilah engkau orang yang sebaik-baiknya menjatuhkan hukuman!!”

Rasulullah saw pun tersenyum mendengar jawabannya itu, dan berkata, “Kalau begitu bersaksilah engkau bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah!!”

“Tidak,” Kata Ghaurats, “Tetapi aku berjanji kepadamu untuk tidak memusuhimu, dan tidak akan bergabung dengan orang-orang yang memusuhimu!!”

Memang tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam, hidayah adalah hak mutlak Allah, terserah Allah kepada siapa akan diberikan. Beliau tidak memaksa Ghaurats, bahkan beliau memaafkan dan melepaskannya.

Begitulah kisah bagaimana hati orang kafir musrikin apabila disebutkan nama Allah kepada mereka, hati mereka akan bergetar dan berguncang.

Ada pun beberapa orang beriman yang hati mereka selalu terpaut dan berzikir kepada Allah, maka hati mereka itu akan berdetak apabila disebutkan atau dizikirkan nama Allah di dalam hati mereka. Guru kita pernah mengajarkan hal ini kepada murid-muridnya, bagaimana hati kita seharusnya apabila dizikirkan nama Allah maka seharusnya akan berdetak hati tersebut dengan senidrinya menjadi zikir yang terus menerus.

Itulah hati orang-orang yang sudah ihsan, yaitu orang-orang beriman yang hati mereka berdetak, selalu terhubung dan selalu berzikir mengingat Allah. Berikut ini adalah konfirmasi Allah swt yang menjelaskan tentang hati para muhsinin tersebut sebagaimana yang tercatat di dalam al-Quran.

الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَىٰ مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
“(yaitu) orang-orang yang apabila dizikirkan nama Allah berdetaklah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sholat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.” (QS 22:35)

Agar supaya hati kita bisa berdetak dengan sendirinya tatkala dizikirkan nama Allah maka ada beberapa kiat dan perjuangan diri yang harus dilaksanakan. Seperti misalnya adalah dengan bersabar mengurangi makan demi untuk menafkahkan rezeki yang Allah berikan untuk kepentingan perjuangan, bukan untuk sekedar membeli makanan. Begitulah guru kita mengajarkan hal ini kepada murid-muridnya.

Jadi kesimpulannya adalah bahwa hati orang-orang kafir musyrikin apabila disebutkan nama Allah maka hati mereka akan bergetar dan berguncang. Adapun hati para muhsinin apabila disebutkan nama Allah maka akan berdetak lah hati mereka, sehingga hati tersebut akan senantiasa berzikir kepada Allah dengan sendirinya. Demikian itulah kiranya hal yang harus diluruskan dalam pemahaman kebanyakan umat Islam saat ini yang belum mengerti ajaran Rasulullah saw sebenarnya. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 13.38