Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 8 September 2015

Hubungan Langsung antara Hamba dengan Tuhannya

Salah satu bentuk kesesatan sebagian dari orang-orang Islam saat ini adalah pemahaman bahwa cukuplah Al-Quran dan Sunah saja sebagai pedoman hidup. Sehingga seorang muslim tidak perlu lagi repot-repot mencari Allah dan behubungan langsung dengan Allah. Karena Nabi Muhammad saw sudah melakukannya untuk seluruh umat Islam.

Padahal kita juga tahu, bahwa beberapa orang munafik, pendusta agama dan pemecah belah agama dapat dengan bebasnya menafsirkan Al-Quran sesuai dengan pikiran dan kehendaknya. Demikian juga dengan hadits Nabi, seseorang dapat dengan liciknya mengarang atau membuat hadits palsu yang sesuai dengan kehendak dan ambisinya.

Dalam pengajian, guru mengajarkan kepada murid-muridnya untuk senantiasa berhubungan langsung dengan Allah swt. Berdialog, memohon petunjuk dan memohon pertolongan kepada Allah secara langsung.

Hanya dengan bimbingan Allah swt saja, dan dengan berpegang teguh pada tali Allah yang kuat, maka dapat dipastikan bahwa kita tidak akan pernah dapat diperdaya oleh kesesatan pikiran orang-orang yang menafsirkan al-Quran semaunya saja.

Apabila anda terjerumus dengan pemikiran bahwa kita semestinya mengikuti perintah dan ajaran dari para pemuka agama saja, yang seenaknya memberikan tafsiran suatu ayat al-Quran menurut kehendak pikirannya sendiri. Maka apa bedanya anda dengan orang yahudi yang mempertuhankan para rabinya, atau orang nasrani yang mempertuhankan para pendetanya?

Mari kita beranjak dari kesesatan, mari kita mulai menjalin hubungan langsung kepada Allah swt. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.02