Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Rabu, 14 Maret 2018

Islam Adalah Agama Akhlaq

Banyak sekali orang yang berpandangan bahwa Islam adalah aturan hukum syariat, sehingga mereka kemudian mati-matian berjuang untuk menegakan hukum syariat di suatu negeri. Ada pula orang yang berpandangan bahwa Islam adalah sistem politik, sehingga kemudian mereka berjuang dengan cara mendirikan partai politik Islam dan ormas yang mendukung kepentingan politiknya. Kemudian, ada pula orang yang berpandangan bahwa Islam adalah tatanan sosial, sehingga kemudian mereka berjuang untuk membangun suatu tatanan sosial di masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Atau ada juga sebagian orang yang berpandangan bahwa Islam adalah budaya, sehingga kemudian mereka mendedikasikan hidupnya untuk menerapkan budaya Islami dengan menggempur pengaruh budaya barat.

Benarkah pandangan tersebut diatas? Ternyata pandangan tersebut di atas adalah keliru. Islam sejatinya adalah ajaran agama yang bertujuan untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Ya, akhlaq, itulah yang paling utama. Bukan hukum syariat, bukan politik, bukan tatanan sosial atau bukan juga budaya. Ajaran yang paling utama dalam Islam adalah menyempurnakan akhlaq manusia.

Memang Islam memiliki aspek-aspek hukum syariat, aspek politik dan tantanan sosial, atau pun aspek budaya. Akan tetapi semua itu apabila tidak mengindahkan atau mempunyai akhlaq, maka percuma saja tidak ada artinya. Seperti misalnya cara-cara yang ditempuh oleh kelompok teroris, berjihad memperjuangkan Islam tapi tidak berakhlaq, maka sia-sia saja perjuangannya itu. Menghalalkan segala cara, seperti misalnya membunuh, mengancam, mengintimidasi atau bahkan merampok. Maka tanpa dibarengi dengan akhlaq, sia-sia saja perjuangan mereka itu dan tidak ada artinya apa-apa.

Demikian juga cara-cara yang dipergunakan oleh kelompok penyebar hoaks dan berita bohong, dengan menghalalkan segala cara, maka tidak ada artinya apa-apa perjuangan yang seperti itu. Sebagaimana dahulu orang-orang komunis juga berjuang dengan menghalalkan segala cara, tidak berakhlaq, maka sia- sia saja dan tidak ada artinya.

Nabi Muhammad saw diutus Allah swt adalah demi untuk menyempurnakan akhlaq manusia, itulah wujud nyata dari keimanan seseorang atau suatu bangsa.

إنما بعثت لأتم صالح الاخلق
”Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang sholeh”. (HR: Bukhari dalam shahih Bukhari kitab adab, Baihaqi dalam kitab syu’bil Iman dan Hakim)

Dan terbukti kemudian bahwa Nabi Muhammad memiliki dan sekaligus mencontohkan suatu akhlaq yang agung dan mulia, sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah swt dalam al-Quran.

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memiliki budi pekerti (akhlaq) yang agung.” (QS 68:4)

Pada hari ini, banyak sekali orang-orang Arab yang merasa bangga bahwa Nabi dan Rasul terakhir diturunkan dari bangsa Arab. Mengapa Nabi dan Rasul terakhir diturunkan dari bangsa Arab? Menurut guru kita, tidak lain adalah karena pada masa itu, orang-orang Arab merupakan bangsa yang memiliki akhlaq yang buruk dan bobrok, sehingga dengan demikian maka Allah swt mengutus Rasul-Nya untuk menyempurnakan akhlaq mereka.

Pada masa dahulu, orang-orang Arab merupakan bangsa yang sangat keras dengan sifat-sifat kekafiran dan kemunafikan. Siapakah yang menyimpulkan demikian? Jawabannya adalah Allah swt sendiri.

الْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُوا حُدُودَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
“Orang-orang Arab badwi itu, sangat keras dengan kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS 9:97)

Oleh karena akhlak yang bobrok itulah, maka kemudian Allah swt mengutus Rasul-Nya untuk menyempurnakan akhlaq mereka.

Akhlaq merupakan indikasi utama apakah seseorang atau suatu bangsa beriman atau tidak. Suatu bangsa apabila mereka tidak memiliki akhlaq yang mulia, maka sudah pasti bangsa tersebut bukan merupakan bangsa yang beriman. Terdapat suatu hubungan yang sangat erat antara iman dan akhlaq.

Kita, sebagai bagian dari bangsa timur, terkenal dengan sifat sopan santun dan akhlaq yang luhur, maka seyogyanya kita harus mempertahankan dan melestarikan akhlaq yang seperti itu. Karena dengan akhlaq yang luhur maka keimanan bangsa ini akan tumbuh subur.

Pada hari ini, ada beberapa kelompok orang-orang yang tidak senang dengan kondisi di negeri ini. Mereka menghasut agar umat Islam di negeri ini meninggalkan cara-cara dan akhlaq yang luhur tersebut. Menghasut untuk melakukan makar, menghasut untuk melakukan unjuk rasa, menghasut untuk meninggalkan cara-cara orang timur yang santun dan berakhlaq luhur. Dengan berbekal dalil dan pemahaman yang keliru, mereka menghasut kita. Mereka itulah sebenarnya yang berbuat kerusakan, akan tetapi mereka tidak menyadarinya.

أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ
“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS 2:12)

Demikianlah, apakah anda menyadari pesan tersembunyi dari Allah swt? Jadi, jagalah akhlaq yang luhur dan mulia, karena ajaran Islam itu tidak lain bahwa yang paling utama adalah menyempurnakan akhlaq manusia. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 19.45