Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Monday, 28 May 2018

CCTV Cameras Are Around Us!

Salah satu sifat Allah adalah Al-Bashir. Artinya Allah Maha melihat. Berbeda dengan penglihatan mahluk, Allah bukan hanya Maha melihat aspek lahir yang kasat mata, tapi juga melihat pikiran dan ucapan yang belum terlisankan, Bahkan melihat bagian terselubung yang terdalam di hati manusia.

Seseorang akan disebut beriman manakala ada perasaan merasa diawasi (almuraqabah) oleh Allah SWT. Layaknya seseorang yang berada dalam sebuah ruangan ber CCTV (closed circuit television), tentu akan lebih berhati-hati, tidak sembarang, dan pasti berjauh diri dari perbuatan terlarang. Ada rasa khawatir jika kemudian sifat dan perbuatan jelek nya diketahui oleh pihak lain.

Jika oleh CCTV buatan manusia, seseorang merasa harus berhati-hati, mengapa kini sebagian besar manusia merasa terbebas dari CCTV nya Allah? Padahal Dia Tuhan yang Maha mengawasi mengintai setiap gerak gerik manusia, dimanapun dan kapanpun. Saat gelap maupun terang, saat sendiri maupun beramai orang.

Allah SWT Berfirman :

َلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَىٰ ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ ِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَىٰ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS 58:7)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,” (QS 50:16)

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ
“(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS 50:17)

Dan pada ayat lain pula Allah SWT menyinggung persoalan ini (QS 33:52, QS 4:1, QS 5:117, QS 18:49, QS 36:65, dst)

Ini adalah ajaran tentang kejujuran. Akhirnya, siapapun kita tidak bisa menyembunyikan niat atau kebiasaan jelek dihadapan Allah SWT. Kelak di akhirat Allah akan bongkar semuanya. Jadi, Berpikirlah yang baik, berkatalah yang baik, dan berbuatlah yang baik baik saja. Sebab tidak sedetikpun waktu terliwati dari pengawasan Allah SWT. Ia adalah sebaik-baiknya CCTV. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN di 21.15