YAKDI - Opini Aktual Islam - Membersihkan Diri
Opini Aktual

Senin, 16 Juli 2018

Membersihkan Diri

Pernahkah anda berzikir akan tetapi rasanya di dalam hati seperti hampa dan tidak membekas? Pernahkah anda merasa diri ini sepertinya jauh dari Petunjuk Allah swt meskipun telah melaksanakan wirid beratus-ratus kali banyaknya?

Hampanya hati dan jauhnya hati dari Petunjuk Allah swt adalah karena diri kita ini tidak bersih. Diri kita ini masih kotor, sehingga kotoran tersebut menghalangi Cahaya dan Petunjuk Allah swt dalam menerangi hati dan sanubari kita. Oleh sebab itu maka kita harus membersihkan diri kita dari kotoran yang menempel.

Membersihkan diri adalah merupakan salah satu dari perintah Allah swt kepada umat manusia, karena Allah swt mencintai orang-orang yang senantiasa membersihkan dirinya.

فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
“.....Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersih.” (QS 9:108)

Nabi Muhammad saw dan para sahabat-sahabatnya dahulu adalah merupakan orang-orang yang gemar membersihkan dirinya. Bukan hanya bersih hatinya, bersih bathinnya, bersih pikirannya, akan tetapi mereka itu juga merupakan orang-orang yang bersih jasmaninya. Mereka itu bukanlah orang-orang yang jorok, mereka itu adalah orang-orang yang senantiasa bersih jasmaninya, dan juga lingkungan hidup tempat mereka tinggal.

Dalam hal membersihkan diri ini, guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya untuk memulai proses pembersihan diri ini dengan memakan makanan yang baik, yang bersih dan tidak jorok. Jadi makanan yang kita makan itu, bukan hanya harus halal akan tetapi juga harus baik. Makanan yang baik adalah makanan yang menyehatkan, bersih dan tidak kotor.

Di dunia ini tersedia segala jenis dan macam makanan, ada yang halal dan ada yang tidak, ada yang menyehatkan dan ada yang membawa penyakit, ada yang bersih dan ada juga yang kotor. Diantara makanan yang disukai oleh syaithan adalah makanan-makanan yang tidak halal, yang mengandung bibit penyakit dan makanan yang kotor.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS 2:168)

Diantara makanan-makanan yang kotor dan banyak digemari oleh kebanyakan umat Islam di Indonesia adalah terasi atau saus yang tidak higienis. Tentu saja ada yang bersih dan baik, akan tetapi kenyataan yang ditemui di lapangan ternyata banyak sekali terasi yang dibuat secara kotor dan jorok. Oleh sebab itu lah kemudian guru kita menganjurkan kepada murid-muridnya untuk bersikap selektif terhadap makanan. Menjauhi yang kotor dan jorok, karena hal tersebut adalah makanan yang digemari oleh syaithan.

Coba perhatikan dan dibaca kembali Firman Allah swt di dalam surat al-Baqarah ayat 168 di atas tadi. Janganlah kita mengikuti langkah-langkah syaithan dalam memilih jenis makanan untuk dikonsumsi. Begitulah langkah awal dari membersihkan diri. Meskipun rasanya sedap dan tidak ada yang mengharamkannya, akan tetapi kalau itu kotor dan jorok, maka jauhilah. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 01.01