Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 11 September 2015

Jangan Membunuh Manusia Karena Alasan Perbedaan Ideologi

Pada bulan September 50 tahun yang lalu, sebuah gerakan yang dikenal dengan G30S/PKI terjadi, beberapa orang jenderal AD dibunuh pada hari itu. Selanjutnya beberapa bulan sesudahnya, terjadi reaksi serentak di seluruh Indonesia dengan mengganyang pemimpin PKI dan membantai para simpatisan dan pengikut-pengikut PKI dan anak-anak organisasinya.

Ratusan ribu orang dibantai, mereka disuruh berbaris panjang untuk selanjutnya dieksekusi satu per satu. Rekannya melihat rekan lainnya menggelepar-gelepar, melepaskan nyawanya, untuk selanjutnya jasad mereka ditimbun dalam satu lubang yang sama. Ratusan ribu orang dibantai dan dibunuh. Organisasi Islam pun ikut berperan untuk mencari dan menciduk orang-orang yang selanjutnya akan ditembak mati oleh tentara.

Jumlahnya ratusan ribu orang dibunuh pada masa itu. Kalau kita bertanya kenapa mereka harus dibunuh? Jawaban mereka adalah karena perbedaan ideologi. Ideologi komunis telah menjadi barang haram yang tidak boleh hidup di Indonesia.

Kalau kita membuka al-Quran, jelas sekali Allah swt melarang kita untuk membunuh manusia tanpa alasan yang benar. Perbedaan ideologi bukanlah alasan yang benar untuk membunuh manusia.

Dalam penjelasannya guru menjelaskan hal ini. Jangan lah terjadi lagi di bumi nusantara suatu pembantaian besar-besaran atas nama perbedaan ideologi, perbedaan agama atau perbedaan lainnya. Mari kita hidup rukun dan masing-masing orang berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan. Saling memperlihatkan kebaikan dan keindahan masing-masing.

Antara yang satu dengan yang lainnya saling menebarkan senyum, saling menebarkan wangi satu sama lain. Silih wangi, yang kemudian menjadi Siliwangi. Itulah filosofi dasar dari orang Sunda. Sebagai bukti bahwa orang Sunda memang sudah Islami dari semenjak dahulu kala. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 17.15