YAKDI - Opini Aktual Islam - Menggapai Ridho Allah
Opini Aktual

Sabtu, 21 Juli 2018

Menggapai Ridho Allah

Manusia di zaman sekarang ini banyak yang menjadi penipu, demi untuk menjadi orang kaya raya dan dapat menikmati kehidupan dunia. Ada yang menipu dengan cara mengiming-imingi calon jemaah haji dan umroh dengan harga yang murah, ada yang menipu manusia dengan penampilan layaknya seorang yang beriman demi untuk pencitraan dirinya atau partai politiknya dan dilihat oleh manusia lainnya.

Bahkan menurut guru kita, malaikat yang senantiasa mencatat amal perbuatan manusia pun banyak yang tertipu. Seseorang membuat penampilan dan profile dirinya sekan-akan seperti orang-orang yang shaleh, sehingga ketika dia berbuat amal kebajikan, seperti misalnya berceramah kemana-mana, mengumpulkan anak-anak yatim piatu untuk diberi sedekah, maka kemudian malaikat mencatat semua kegiatan dan amal perbuatan orang tadi dalam buku catatan amal kebaikan. Malaikat tidak dapat mengetahui rahasia sebenarnya yang tersembunyi di dalam hati orang tadi, karena hanya Allah swt saja yang dapat mengetahui rahasia hati.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ
“Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).” (QS 84:23)

Oleh karena tidak mengetahui rahasia yang disembunyikan di dalam hati manusia, maka kemudian malaikat pencatat amal perbuatan manusia tadi memberikan laporan catatannya kepada Allah swt. Menyangka bahwa apa yang telah dicatatnya merupakan sesuatu yang sudah benar dan akurat.

Lalu di hadapan Allah swt, Yang Maha Mengetahui rahasia hati manusia yang tersembunyi menyatakan bahwa malaikat tadi telah salah dan tertipu. Tertipu oleh amal perbuatan manusia, yang menampakan perbuatan yang dianggap perbuatan shaleh, padahal di dalam hati manusia tadi semua itu dilakukan dengan maksud agar dilihat oleh manusia lainnya. Agar supaya citra dan nama baiknya atau nama baik partai politiknya melambung tinggi di hadapan manusia lainnya. Bukan karena keikhlasan semata kepada Allah swt.

Manusia zaman sekarang memang banyak yang menjadi penipu, bukan hanya manusia saja bahkan malaikat pun bisa tertipu.

Guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya, bahwa pada zaman sekarang ini, manusia yang diridhoi Allah swt bukanlah ia yang paling banyak amal dan pahalanya. Tetapi manusia yang diridhoi Allah swt adalah ia yang memiliki sifat Jujur, Sabar dan Ikhlas.

وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ
“Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa'at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (QS 53:26)

Pada zaman sekarang ini, tentunya banyak sekali penceramah dan para ustadz yang mengajarkan agar supaya Anda banyak-banyak berbuat amal kebaikan demi untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, begitu bukan? Banyak-banyak berbuat kebajikan, banyak-banyak mengerjakan sesuatu yang mengandung pahala yang lebih banyak dan lebih besar. Ketahuilah Saudaraku, bahwa semua itu akan sia-sia dan menjadi percuma. Tanpa memiliki sifat Jujur, Sabar dan Ikhlas maka Allah swt tidak akan meridhoi.

Jadi menggapai Ridho Allah itu adalah dengan Kejujuran, Kesabaran dan Keikhlasan dalam menjalani kehidupan dunia ini, bukan dengan amal perbuatan semata.

Berusahalah menjadi orang-orang yang pintar, yang senantiasa mendapat Bimbingan dan Petunjuk Allah swt, jangan menjadi orang-orang yang keliru dan tertipu. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 20.14