YAKDI - Opini Aktual Islam - Membersihkan Tubuh
Opini Aktual

Minggu, 29 Juli 2018

Membersihkan Tubuh

Sesungguhnya Allah swt mencintai orang-orang yang senantiasa membersihkan dirinya sebagaimana yang dinyatakan oleh ayat al-Quran berikut ini.

فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
“.....Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersih.” (QS 9:108)

Pada hari ini, kebanyakan orang-orang Islam apabila mereka ditanya tentang membersihkan diri maka kebanyakan dari mereka akan berpikiran bahwa membersihkan diri itu hanyalah memohon ampun, membersihkan rohani mereka dari dosa.

Padahal arti membersihkan diri itu bukan hanya dalam aspek rohani saja, akan tetapi juga dalam aspek jasmani dan fisik. Nah, membersihkan diri dalam artian jasmani dan fisik inilah yang banyak ditinggalkan atau dilupakan oleh kebanyakan masyarakat muslim saat ini.

Akibat dari melupakan atau meninggalkan aspek-aspek fisik dari membersihkan diri, maka akibatnya adalah tingkat kesehatan fisik kebanyakan masyarakat muslim masih jauh tertinggal dengan bangsa-bangsa non-muslim lainnya. Demikian juga dengan lingkungan tempat tinggal kebanyakan masyarakat muslim masih terkesan jorok dan kotor, jauh tertinggal dengan banyak kota-kota yang dihuni oleh penduduk non-muslim di belahan bumi utara.

Nah, dalam hal membersihkan diri ini, di dalamnya termasuk juga membersihkan tubuh. Untuk membersihkan tubuh, selain mandi dan bersuci, memakan makanan yang halal lagi baik, lebih jauh lagi guru kita juga mengajarkan kepada murid-muridnya untuk senantiasa mendoakan dan meminta ampun bagi seluruh anggota tubuh kita.

Selama hidup di dunia ini, ruh kita telah memerintahkan anggota tubuh kita untuk terlibat dalam melakukan banyak sekali kesalahan dan dosa. Kesalahan dan dosa tersebut akan menumpuk dan berakumulasi selama perjalanan hidup kita di dunia ini. Nah, dosa yang menumpuk akibat keterlibatan anggota tubuh kita itulah yang kemudian di hari tua nanti akan mendatangkan penyakit sebagai pertanda dan peringatan bagi manusia.

Dan kemudian apabila kita lalai dalam memohon ampun bagi anggota tubuh tersebut, maka kelak nanti di akhirat, seluruh anggota tubuh yang ikut terlibat dalam berbuat dosa tadi, mereka akan menjadi saksi.

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS 24:24)

Tangan, kaki dan anggota tubuh kita yang masih banyak berlumuran dengan dosa, maka lambat laun apabila dosa tersebut telah menumpuk, maka mereka akan menjadi saksi bagi perbuatan kita. Di masa usia tua, mereka akan memberi peringatan berupa penyakit, dan di akhirat mereka akan menjadi saksi.

Oleh sebab itu, guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya untuk juga memohon ampunan bagi anggota tubuh kita yang pernah terlibat dalam kesalahan dan dosa. Sehingga mereka, anggota tubuh kita itu, menjadi bersih dari lumuran dosa.

Begitulah ajaran yang mungkin belum pernah Anda dengar di luar sana di banyak forum-forum pengajian dan ceramah. Ini adalah ajaran untuk membersihkan diri yang berasal dari Petunjuk Allah swt agar supaya kita semua bisa hidup berbahagia dan petunjuk jalan kepada orang-orang yang hidupnya diberi kenikmatan dari Allah swt. Jalan yang asing dan sepi, jarang sekali ada orang yang mengikuti dan menempuhnya. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.39