YAKDI - Opini Aktual Islam - Tugas Utama Rasulullah
Opini Aktual

Jumat, 03 Agustus 2018

Tugas Utama Rasulullah

Banyak sekali orang-orang Islam saat ini yang mengira dan menyangka bahwa tugas utama Rasulullah saw dahulu adalah untuk membawa agama baru, yaitu Islam. Sehingga akibat persangkaan ini, banyak sekali orang Islam pada hari ini yang menyerang pemahaman agama-agama lain, dan secara frontal memvonis agama lain sebagai agama yang sesat dan orang-orang di luar agama Islam sebagai orang kafir.

Sebagian lagi ada yang menyangka bahwa tugas utama Rasulullah saw dahulu adalah untuk menegakan hukum Syariat. Sehingga akibat persangkaan ini, banyak sekali orang Islam pada hari ini yang menginginkan didirikannya negara berdasarkan hukum Syariat Islam.

Saudara-saudaraku, sesungguhnya semua persangkaan tersebut adalah salah semua, tidak tepat. Ajaran agama yang disebarkan oleh Rasulullah saw dahulu sebenarnya bukanlah menyebarkan suatu agama yang baru, karena Rasulullah saw dahulu sebenarnya adalah menyempurnakan dan memurnikan ajaran agama Tauhid yang telah diajarkan oleh Nabi Ibrahim as dahulu. Sehingga seluruh Nabi-Nabi dan Rasul sebelum Muhammad saw dahulu sebenarnya merupakan orang-orang Islam yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah swt.

Demikian juga dahulu Rasulullah saw tidak memiliki tujuan utama untuk mendirikan negara berdasarkan hukum Syariat Islam. Tidak ada Perintah dan Petunjuk dari Allah swt yang menyatakan hal seperti itu, tidak ada juga satu pun ayat di dalam al-Quran yang memerintahkan hal yang demikian itu.

Jadi kalau demikian maka apa tugas utama Rasulullah saw dahulu? Menurut guru kita, tugas utama Rasulullah saw dahulu adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia.

Akhlaq manusia di zaman tersebut bobrok. Banyak ahli kitab dan para ulama agama dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang justru mengajarkan akhlaq yang sesat, yaitu menganjurkan untuk mempersekutukan Allah swt.

Nah, untuk tugas utama tersebut itulah Nabi Muhammad saw diutus, dan beliau diturunkan di negeri Mekah adalah dengan maksud untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Dipilihnya Rasulullah saw dari bangsa Arab bukanlah karena kehebatan dan keluhuran bangsa Arab sehingga kemudian Allah swt mempercayakan ajaran risalah Islam kepada bangsa Arab. Bukan, bukan karena itu.

Rasul terakhir diutus dan diturunkan kepada bangsa Arab adalah justru karena kebobrokan akhlaq bangsa Arab pada zaman Rasulullah saw dahulu. Mereka mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan mereka, mereka menyembah berhala dan memenuhi Ka’bah dengan patung-patung sesembahan mereka. Dan ketika ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw datang, mereka menolaknya dan memeranginya hingga tidak kurang dari 17 kali.

Berikut ini gambaran yang diberikan Allah swt di dalam al-Quran terhadap orang-orang Arab pada waktu itu.

الْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُوا حُدُودَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
“Orang-orang Arab itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS 9:97)

Jadi, demikianlah tugas utama Rasulullah saw dahulu adalah untuk menyempurnakan akhlaq. Jadi apabila pada zaman sekarang kita menemukan suatu ormas Islam, atau partai Islam ataupun gerakan Islam yang dalam sepak terjangnya justru tidak mencerminkan akhlaq yang mulia (akhlaqul karimah), maka sudah jelas bahwa hal tersebut sudah keluar dari misi utama dan inti ajaran Rasulullah saw dahulu.

Meskipun mereka banyak membawa simbol-simbol Islam, mempergunakan dalih ajaran Islam dan mempergunakan tameng agama, akan tetapi sejatinya mereka itu bukanlah bagian dari pengikut Rasulullah saw. Karena mereka membawa misi dan tujuan yang berbeda dengan Rasulullah saw dahulu, yaitu menyempurnakan akhlaq manusia. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 22.23