YAKDI - Opini Aktual Islam - Perbedaan Agama Adalah Suatu Keniscayaan
Opini Aktual

Selasa, 07 Agustus 2018

Perbedaan Agama Adalah Suatu Keniscayaan

Perbedaan adalah suatu keniscayaan, sesuatu yang lazim dan sudah semestinya ada karena memang hal tersebut adalah sesuatu yang bersifat alamiah. Setiap sesuatu pasti memiliki perbedaan, karena berbeda dalam pilihan hidup, berbeda dalam pandangan dan berbeda dalam keadaan dan kondisi. Perbedaan inilah yang kemudian menghasilkan keanekaragaman.

Bagi Anda yang hidup di padang pasir atau daerah gurun, maka keadaan disana relatif lebih homogen. Tumbuhan, hewan dan keadaan orang-orangnya relatif lebih homogen, tidak banyak perbedaan dan keanekaragamannya. Sebaliknya di Indonesia dan beberapa negara lainnya, kita hidup dalam kondisi yang kaya akan keanekaragaman hayati, dan demikian juga dengan orang, budaya dan agamanya. Sangat beraneka ragam.

Indonesia terdiri atas beberapa jenis suku, warna kulit, budaya dan agama yang berbeda-beda. Ini adalah sebuah keniscayaan, dan Anda tidak bisa menghapus atau berusaha untuk menghilangkannya. Segala upaya untuk menghapus keanekaragaman tersebut berarti merupakan suatu pemaksaan yang berarti sesuatu yang dibenci Allah swt.

Di negeri ini, tidak semua orang merupakan orang-orang yang beriman, itu adalah suatu keniscayaan juga. Anda dan kita semua harus menerima fakta ini dan menghormati kondisi seperti ini. Merubahnya dengan cara upaya pemaksaan adalah hal yang salah dan keliru, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip yang diajarkan Allah swt.

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” (QS 10:99)

Jadi, apabila ada seseorang atau sekelompok orang pada hari ini, berusaha untuk menerapkan suatu aturan, hukum ataupun ideologi yang berdasarkan suatu agama tertentu, misalnya saja agama Islam, maka sudah pasti hal tersebut adalah merupakan suatu pemaksaan. Disebut pemaksaan karena hal tersebut pasti akan ditentang dan tidak diterima oleh penganut agama lainnya.

Dengan kata lain, setiap upaya untuk menerapkan prinsip, hukum atau aturan agama tertentu di dalam masyarakat Indonesia yang beraneka ragam ini, maka hal tersebut adalah merupakan sebuah pemaksaan. Setiap bentuk pemaksaan adalah bertentangan dengan prinsip yang diajarkan oleh Allah swt.

Jadi terimalah dan hormatilah segala keanekaragaman ini dan berbuatlah sesuatu tanpa ada unsur pemaksaan. Di dalam ajaran agama Islam kita tidak dibenarkan untuk melakukan sesuatu pemaksaan. Jadi biarkanlah keanekaragaman ini ada dan hiduplah di dalam keanekaragaman ini. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 21.13