YAKDI - Opini Aktual Islam - Ulama Pewaris Nabi
Opini Aktual

Rabu, 08 Agustus 2018

Ulama Pewaris Nabi

Pada zaman sekarang ini, banyak sekali para ustadz dan penceramah yang mengklaim diri mereka adalah ulama. Karena memang tidak ada satu mekanisme yang baku dan teruji untuk menetapkan apakah seseorang layak menyandang titel ulama atau tidak. Akibat dari hal ini adalah banyak terjadi kasus perbedaan pandangan dan pemahaman dalam ajaran Islam, demikian juga perbedaan dalam penentuan waktu hari-hari besar agama Islam.

Sebenarnya, bagaimanakah cara kita membedakan antara ulama yang sejati dan ulama yang palsu? Menurut guru kita caranya adalah mudah. Seorang ulama adalah pewaris Nabi. Apa yang diwariskan dari Nabi? Yaitu beban dan kewajiban untuk menyampaikan risalah Islam. Bagaimana cara menyampaikan risalah Islam tersebut? Yaitu dengan cara berdakwah menyampaikan risalah tersebut secara Cuma-Cuma. Itulah makna dari pewaris Nabi.

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ
“Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.” (QS 38:86)

Seorang penceramah, apabila dalam prakteknya masih menetapkan tarif dan meminta bayaran untuk kegiatannya itu, maka dia bukanlah seorang ulama. Ulama yang sejati adalah seorang yang dalam menyampaikan risalah tersebut mewarisi sifat dan cara seperti yang dilakukan oleh para Nabi-Nabi terdahulu, yaitu tidak meminta bayaran. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 20.08