Opini Aktual

Rabu, 15 Agustus 2018

Mengentaskan Kemiskinan

Di dunia ini hampir seluruh pemimpin dunia ketika mereka berkampanye agar supaya terpilih menjadi pemimpin di negaranya, hampir semuanya memiliki jargon yang sama, yaitu mengentaskan kemiskinan. Hampir semua calon kepala daerah dan calon anggota legislatif mereka juga mengusung tema yang sama dalam kampanyenya, yaitu janji untuk mengentaskan kemiskinan.

Namun nyatanya setelah mereka terpilih, ternyata mengentaskan kemiskinan adalah tidak mudah, sesuatu yang sulit dan hampir tidak mungkin untuk dapat dicapai dalam masa waktu 5 tahun saja.

Mengapa ternyata sulit sekali untuk mengentaskan kemiskinan? Jawabannya adalah karena sebagian besar orang telah salah melihat dan memahami apa arti kemiskinan itu sendiri. Kebanyakan orang dan pemimpin yang telah terpilih memandang bahwa kemiskinan itu hanyalah karena seseorang kurang memiliki uang atau harta, sehingga apabila kita memberi mereka uang, maka kemiskinan akan hilang. Akan tetapi kenyataannya tidak begitu. Berapa pun uang yang kita berikan kepada mereka rakyat miskin, mereka tetap pada kemiskinan itu selalu.

Kemiskinan tidak bisa dihapus dengan cara memberi subsidi untuk dikonsumsi oleh rakyat miskin. Berapa pun dana subsidi yang dikucurkan, mereka akan tetap pada garis kemiskinan. Hal ini disebabkan karena faktanya, ternyata kemiskinan itu hanya dapat dihilangkan apabila rakyat miskin itu sendiri lah yang berusaha untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Berikut ini adalah dalilnya menurut Allah swt yang dinyatakan di dalam kitab suci al-Quran, bagaimana seharusnya merubah nasib kaum miskin itu.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ
وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“..... Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS 13:11)

Pada hari ini banyak sekali peimpin yang mengeluarkan program berupa kartu bagi rakyat miskin untuk memperoleh subsidi berupa uang, dana pendidikan ataupun dana kesehatan untuk dikonsumsi oleh rakyat miskin di Indonesia yang jumlahnya sekitar 26,5 juta jiwa.

Apakah dengan program kartu miskin tersebut akan dapat mengentaskan kemiskinan di Indonesia? Jawabannya adalah Tidak. Lihat saja angka kemiskinan di Indonesia masih tetap tinggi, dan walaupun tiap tahunnya menurun akan tetapi tidak terlalu signifikan. Mengapa? Karena memberikan kartu kepada rakyat miskin agar menerima subsidi untuk dikonsumsi mereka tidak akan dapat merubah nasib dan keadaan mereka. Itu sudah menjadi hukum Allah swt sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat al-Quran di atas tadi.

Kalau demikian, maka kemudian bagaimana caranya untuk dapat mengentaskan kemiskinan? Guru kita menganjurkan untuk membuat program kartu kerja. Rakyat miskin dipaksa untuk berusaha dengan memberikan mereka modal kerja. Dengan demikian maka rakyat miskin itu sendiri lah yang didorong untuk berusaha meningkatkan taraf kehidupan mereka sendiri dengan usaha dan ikhtiar mereka sendiri. Begitulah caranya agar supaya Allah swt merubah nasib suatu kaum sebagaimana yang tertuang dalam kandungan ayat al-Quran tadi.

Demikianlah cara dan jalan keluar bagi 26,5 juta rakyat miskin di Indonesia agar mereka dapat keluar dari lingkaran kemiskinan yang menjerat mereka. Maha Benar Allah swt dengan segala FirmanNya. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.44