Opini Aktual

Jumat, 31 Agustus 2018

Berjuang Karena Allah

Pada saat malam tanggal 17 Agustus 2018 yang lalu, kita mengadakan acara syukuran atas hari jadi Yayasan Akhlaqul Karimah Darul Iman (YAKDI) yang ke-19. Tidak terasa yayasan ini telah berdiri selama 19 tahun lamanya dengan segala suka dan duka serta naik turun dalam perjalanan riwayatnya.

Yayasan yang didirikan pada bulan Agustus tahun 1999 ini adalah hasil dari keputusan para sesepuh dan para pendiri NKRI yang senantiasa turut berjuang bagi bangsa ini. Akan tetapi dilihat dari perkembangannya selama 19 tahun, ternyata tidak banyak kemajuan yang dapat dicapai. Prestasi dan grafik perkembangan dari yayasan ini terasa seperti datar-datar saja, menurut guru kita.

Apakah hal ini menandakan ada sesuatu yang salah dengan yayasan ini? Jawabannya adalah Tidak. Justru memang seperti itulah juga kenyataan yang terjadi pada pengikut Nabi dan Rasul-Rasul terdahulu, meskipun mereka berjuang selama bertahun-tahun, jumlah pengikut mereka hanyalah segelintir saja.

Dalam pesannya guru kita menyampaikan kepada seluruh murid-murid beliau agar supaya lebih meningkatkan lagi komitmen dan statement Syahadatnya. Lebih lanjut lagi beliau meyatakan agar supaya seluruh murid-murid beliau berjuang atas dasar Allah swt, bukan karena guru atau bukan karena hal-hal yang lainnya. Karena apabila berjuang karena guru, maka akibatnya bukan akan memperoleh ridho Allah swt melainkan akan memperoleh murka Allah swt.

Berdasarkan riwayat perjalanan yayasan ini, sudah banyak diantara para pengikut yayasan yang berguguran di tengah jalan. Hal tersebut adalah dikarenakan mereka berjuang karena guru atau karena hal-hal yang lainnya, bukan karena Allah swt semata.

Hal yang mirip dengan ini adalah peristiwa ketika Rasulullah saw wafat dahulu kala. Banyak diantara para sahabat-sahabat beliau yang kemudian menjadi bimbang dan tidak percaya. Seakan-akan mereka hendak berbalik mundur ke belakang, kembali seperti masa jahiliyah sebelumnya. Sehingga akhirnya Abu Bakar as-Shidiq ra membacakan ayat al-Quran berikut ini demi untuk menenangkan umat Islam kala itu.

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ
وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (mundur)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS 3:144)

Demikian juga pada hari ini, guru kita mengingatkan kembali, apabila kita berjuang adalah karena guru maka lebih baik saat ini mundur (berbalik ke belakang) saja. Pesan tersebut adalah sejalan dan sebahasa dengan peristiwa dan ayat al-Quran tersebut di atas.

Sekali lagi, mari kita semua berjuang dengan sungguh-sungguh dan meluruskan komitmen kita hanya karena Allah swt semata. Itulah yang akan mendatangkan ridho dari Allah swt. Sebaliknya, berjuang karena hal-hal yang lainnya justru akan mendatangkan murka Allah swt. Banyak yang sudah berguguran di jalan ini karena hal tersebut. Maka sadarilah. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 15.52