Opini Aktual

Selasa, 11 September 2018

Kalimat Syahadat - Bagian Pertama

Hal yang paling utama bagi orang Islam adalah kalimat Syahadat. Kesalahan dalam memaknai dan meyakininya akan mengakibatkan kesalahan pemahaman yang lebih besar dan lebih lebar lagi. Oleh sebab itu maka kita sebagai umat Islam tidak boleh salah dalam mengucapkan, mengartikan, memahami dan meyakini kalimat Syahadat.

Pada hari ini, ternyata kita menemukan banyak sekali kesalahan umat Islam dalam mengucapkan, mengartikan, memahami dan meyakini kalimat Syahadat ini. Akibatnya sudah bisa ditebak, bahwa pada hari ini terjadi banyak sekali penyimpangan dan kekeliruan pemahaman serta kekeliruan keyakinan.

Sebagai contoh misalnya saja ketika kita mendengarkan ceramah khatib Jumat atau ceramah pengajian. Penceramah seringkali menambahkan kalimat Syahadat sehingga berbunyi seperti berikut ini:

أشـــهد أن لا إلـﮧ إلاّ اللّـﮧ و أشـــهد أنّ مـــحمّدا عبده و رســـولـﮧ
‘Asyhadu an laa ilaaha illallāh wa asyhadu anna Muhammad Abduhu wa Rasuuluhu.’
Yang artinya : "aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan rosul-Nya.”

Saudara-saudaraku, ketahuilah bahwa kalimat di atas tersebut bukanlah kalimat Syahadat. Karena adanya tambahan pada kalimat ‘wa asyhadu anna Muhammad Abduhu wa Rasuuluhu’, maka itu bukanlah kalimat Syahadat sebagaimana yang diajarkan oleh malaikat Jibril kepada Muhammad saw. Kalimat tersebut di atas adalah kalimat Thayibah (kalimat yang baik), tetapi bukan kalimat Syahadat.

Kalimat Syahadat yang benar adalah sebagai berikut ini:

أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
‘Asyhadu an laa ilaaha illallāh wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullah.’
Yang artinya : "HambaMu bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan hambaMu bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.”

Akibat dari kesalahan pengucapan, kesalahan mengartikan dan kesalahan pemahaman kalimat Syahadat, maka kemudian akibatnya adalah kekeliruan pemikiran, kekeliruan pemahaman dan kekeliruan keyakinan yang semakin memperlebar jarak antara yang Benar dengan yang Keliru. Kekeliruan tersebut selanjutnya akan mengakibatkan seseorang atau sebagian dari umat Islam jatuh kepada aliran sesat, aliran ekstrem dan radikal atau aliran liberal.

Demikianlah tulisan ini ditujukan agar supaya umat Islam berhati-hati dalam meyakini kalimat Syahadat. Banyak sekali kalimat-kalimat yang ditambahkan sehingga seolah-olah merupakan kalimat Syahadat, padahal sebenarnya bukan merupakan kalimat Syahadat. Kalimat Syahadat adalah merupakan sebuah kalimat yang baku dan sudah distandarkan oleh Allah swt. Kita tidak boleh merubah atau menambahkan kalimat tersebut sesuka pikiran dan pemahaman kita.

Insya Allah dalam tulisan berikutnya tentang kalimat Syahadat ini akan kita kupas lebih mendalam lagi implikasi dari kesalahan pengucapan, mengartikan, memahami dan meyakini Kalimat Syahadat tersebut. (AK/NJ/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 20.49