Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 12 September 2015

Bedanya Ujian Allah dan Godaan Iblis

Di dalam beberapa ayat dalam al-Quran Allah berfirman sebagaimana dalam QS 23:62 berikut ini:
وَلاَ نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُون
“Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.”

Jadi dalam setiap kejadian dalam kehidupan kita, Allah senantiasa memberikan ujian kepada kita sesuai dengan kesanggupan kita.

Kadangkala kejadian yang terjadi di sekitar kita bukanlah merupakan ujian dari Allah swt, akan tetapi berupa godaan dari iblis. Nah, godaan iblis ini seringkali tidak memperdulikan kesanggupan dari seseorang, sehingga akibat dari godaan iblis inilah malapetaka sering terjadi.

Dalam pengajian kami, guru menjelaskan bagaimana godaan iblis ini sangat berat dan tidak memperdulikan kesanggupan kita. Oleh karena itu maka banyak sekali malapetaka dan perbuatan keji terjadi karena demikian beratnya godaan iblis tersebut. Godaan ini tidak pandang bulu, dari yang masih sangat muda sampai dengan yang sudah tua renta, dari orang-orang jahat sampai dengan orang yang berperangai shaleh.

Apabila seorang manusia tidak sanggup menghadapi godaan iblis, maka sudah pasti ujung-ujungnya bisa berupa malapetaka atau kekejian yang terjadi. Manusia menjadi sasaran empuk yang menjadi korbannya, menjadi sasaran yang rentan dan menjadi bahan permainan iblis.

Bagaimana cara menangkalnya? Kalau anda mengira bahwa dengan bacaan al-Quran iblis akan takut dan kalah, maka itu adalah pendapat yang keliru. Iblis lebih hafal dan lebih mengenal al-Quran dibandingkan dengan manusia. Iblis lebih tahu mana hadits yang palsu dan yang asli, karena mereka hidup menyaksikan Rasullullah saw tatkala beliau masih hidup.

Satu-satunya cara untuk menangkalnya adalah membuat benteng diri pribadi yaitu dengan menyelimuti pribadi manusia dengan sifat sabar, ikhlas dan jujur. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.55