Opini Aktual

Rabu, 19 September 2018

Kalimat Syahadat - Bagian Keempat

Kalimat Syahadat adalah kalimat yang pertama-tama ada dan diciptakan sebelum adanya kalimat-kalimat Allah swt yang lainnya. Mulai dari manusia yang pertama kali diciptakan, Nabi Adam as, beliau sudah mengetahui kalimat Syahadat ini.

أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
‘Asyhadu an laa ilaaha illallāh wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullah.’
Yang artinya : "HambaMu bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan hambaMu bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.”

Kebanyakan manusia apabila ditanya: keyakinan dan keimanan seperti apakah yang sebenarnya dikehendaki Allah swt dari Kalimat Syahadat tersebut ? Kebanyakan dari manusia tidak mengetahuinya. Tidak mengetahui kedudukan kalimat Syahadat ini harus ditujukan kepada siapa, tidak mengetahui kedudukan Allah swt terhadap manusia dan tidak mengetahui kedudukan Rasulullah Muhammad saw seperti apa.

Oleh karena tidak mengetahui, maka kemudian sebagian dari manusia berusaha untuk mereka-rekanya melalui jalan pemikiran dan pemahamannya terhadap dalil. Sehingga kemudian muncullah konsep tauhid Rubbubiyah, tauhid Uluhiyah dan tauhid Asma’ wa Shifat sebagai hasilnya.

Oleh karena berupa pemikiran dan pemahaman manusia, dan pemikiran atau pemahaman antara manusia yang satu berlainan dengan manusia yang lainnya, maka pada akhirnya terdapat banyak sekali konsep tauhid yang saling berlainan. Dari konsep tauhid yang berlainan itulah kemudian muncul banyak sekali aliran dan cabang dari ajaran agama Islam. Jadi awal mula perbedaan dan perpecahan dalam agama Islam adalah bermula dari hal ini.

Apakah hasil pemikiran dan pemahaman manusia tadi itu sudah tepat? Menurut guru kita tidak. Karena cara yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan tadi di atas adalah dengan cara memohon petunjuk kepada Allah swt. Dan hanya dengan petunjuk Allah swt saja lah kita akan dapat mengetahui secara pasti keyakinan dan keimanan seperti apakah yang sebenarnya dikehendaki Allah swt dari Kalimat Syahadat tersebut.

Bentuk keimanan dan keyakinan seperti apakah yang dikehendaki Allah swt dalam kalimat Syahadat berikut ini ?

أشهد أن لا اله الا الله
‘Asyhadu an laa ilaaha illallāh’
1. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah
2. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah yang hamba sembah dan tempat hambamu menyembah
3. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah yang menciptakan alam dunia dan alam akhirat beserta seisinya dan segala ketentuan dan kehendak-Nya
4. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah Tuhannya alam semesta beserta seisinya baik yang ghaib maupun yang nyata
5. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah Tuhannya para Malaikat
6. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah Tuhannya para Nabi dan Rasul
7. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah Tuhannya para Wali dan Syuhada
8. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah tempat hamba menggantungkan didalam segala urusan dan persoalan hidup dan kehidupan didunia dan diakhirat nanti
9. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah tempat hamba meminta bantuan didalam segala urusan dan persoalan hidup dan kehidupan didunia dan diakhirat nanti
10. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah tempat hamba meminta pertolongan didalam segala urusan dan persoalan hidup dan kehidupan didunia dan diakhirat nanti
11. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah tempat hamba meminta perlindungan didalam segala urusan dan persoalan hidup dan kehidupan didunia dan diakhirat nanti
12. Hambamu bersaksi bahwasannya tiada Tuhan melainkan Allah yang memiliki segala sifat

Bentuk keimanan dan keyakinan seperti apakah yang dikehendaki Allah swt dalam kalimat Syahadat berikut ini ?

وأشهد ان محمد رسول الله
‘wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullah.’
1. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad bernama Ahmad
2. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad Nabi Allah
3. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad Rasul Allah
4. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad utusan Allah
5. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad pesuruh Allah
6. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad Habibullah
7. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad Rahmatan Lil 'Aalamin
8. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad penyempurna Akhlaq Manusia
9. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad penyempurna Kitab Allah
10. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad penyempurna Agama Allah
11. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad Al Qur'anul Karim
12. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad yang memiliki dan pemberi Syafa'at
13. Hambamu bersaksi bahwasannya Muhammad Al Awwalu Wal Akhiru

Inilah hal-hal yang merupakan point utama dari bentuk keimanan dan keyakinan yang dikehendaki Allah swt dari Kalimat Syahadat tadi. Yang juga harus digrasibawahi adalah bahwa point-point tersebut di atas bukanlah hasil dari pemikiran atau pun penafsiran terhadap suatu dalil. Akan tetapi point-point tersebut adalah berasal dari Petunjuk Allah swt.

Apa yang guru kita ungkapkan disini adalah merupakan suatu konsep tauhid yang paling lengkap dan paling sempurna dibandingkan dengan konsep-konsep tauhid yang ada selama ini. Inilah bentuk dari tauhid yang diinginkan Allah swt kepada kita semua sebagai hambaNya. Sebuah konsep tauhid yang menjelaskan kedudukan dari hamba, Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw.

Dengan keimanan dan keyakinan yang Haq, maka akan menghasilkan tanaman yang tumbuh subur lagi menyenangkan bagi yang melihatnya. Tanaman yang rindang dan menyejukan hati, tanaman yang menghasilkan buah yang bermanfaat dan sifat serta perilaku yang sempurna.

Begitulah seharusnya seorang muslim sejati. Tidak sangar dan tidak juga menyeramkan. Seperti sifat dan karakter Rasulullah saw dahulu. Sabar, jujur dan ikhlas. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.59