Opini Aktual

Sabtu, 24 November 2018

Beragama Islam Mengikuti Mazhab Yang Mana?

Menyadari bahwa pada hari ini terdapat 4 mazhab besar dalam masyarakat Islam, maka kemudian seorang teman bertanya: “Apabila Nabi Muhammad saw hidup kembali pada hari ini, kira-kira beliau akan mengikuti mazhab yang mana?”

Pertanyaan tersebut adalah salah, oleh karena pada faktanya, bukan lah Nabi Muhammad saw yang harus mengikuti pendapat salah satu mazhab, malah sebaliknya pendapat dan pemahaman masing-masing mazhab tersebut itulah yang seharusnya mengikuti Nabi Muhammad saw. Dengan demikian maka jawaban terhadap pertanyaan teman tersebut tadi seharusnya adalah: “Nabi Muhammad saw tidak akan mengikuti salah satu dari mazhab tersebut, malah sebaliknya para imam dan ulama masing-masing mazhab tersebut itulah yang seharusnya mengikuti penafsiran dan pemahaman Nabi Muhammad saw yang kebenarannya dijamin oleh Allah swt, oleh karena beliau adalah ma’sum, yaitu senantiasa dijaga oleh Allah swt dari pemahaman dan penafsiran yang keliru.” Oleh sebab itulah maka kita semua umat Islam diwajibkan untuk taat kepada Allah swt dan kepada beliau.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 3:31)

Nah, sekarang apabila Nabi Muhammad saw hidup kembali di tengah-tengah kita umat Islam pada hari ini, dan beliau itu tidak akan mengikuti salah satu dari mazhab tersebut, maka mengapa kita sebagai umatnya tidak mencontoh beliau?

Sudah menjadi tanggung jawab para imam dan para ulama pada zaman sekarang, untuk meminta bimbingan dan petunjuk Allah swt, agar kita semua umat Islam hari ini dapat kembali lagi kepada contoh dan suri tauladan Rasulullah saw. Membebaskan diri dari segenap perbedaan, pemahaman yang keliru atau dalil dan dasar yang tidak tepat. Itu adalah tanggung jawab para ulama dan imam. Apabila hal yang demikian itu tidak dilaksanakan, maka Allah swt akan meminta pertanggungjawaban mereka kelak di akhirat nanti.

Berhenti pada pemahaman yang pernah disimpulkan oleh para imam mazhab adalah sesuatu yang keliru. Karena hal tersebut sama saja dengan membiarkan umat Islam terpecah-pecah kedalam perbedaan pemahamam dan pemikiran keempat mazhab utama yang ada saat ini. Sesuatu yang jauh dari cita-cita dan tujuan Rasulullah saw dalam membangun persatuan umat Islam di muka bumi ini. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 13.23