Opini Aktual

Rabu, 28 November 2018

Arti Bertakwa Bagi Hamba Allah

Pengertian bertakwa menurut definisi dari kebanyakan umat Islam saat ini adalah menjalankan perintah Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya. Begitu saja. Adakah yang salah dalam definisi terhadap takwa tersebut di atas?

Seperti telah kita ketahui bersama, bahwa dalam hal bertauhid umat Islam saat ini sebenarnya terbagi menjadi dua golongan utama: yaitu golongan ‘Aku’ dan golongan ‘Hamba Allah”. Maksud dari golongan ‘Aku’ ialah mereka yang dalam berSyahadat mengucapkan “Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah, dan Aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah.” Adapun maksud dari golongan ‘Hamba Allah’ ialah mereka yang dalam berSyahadat mengucapkan “HambaMu bersaksi bahwasanya tiada tuhan melainkan Allah, dan HambaMu bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah.”

Definisi dari kata takwa dalam paragraf pertama tadi adalah bersumber dari ideologi golongan ‘Aku’. Jadi yang menjadi landasannya adalah ‘Aku’. Aku menjalankan perintah Allah swt dan Aku menjauhi larangan Allah swt, oleh karenanya maka Allah swt harus memberikan hadiah untuk Aku berupa pahala dan surga. Begitulah kira-kira bunyi dari konsep bertakwa menurut ideologi golongan ‘Aku’. Dimana ego dan sikap ‘Aku’ di dalam dirinya masih sangat dominan.

Adapun definisi bertakwa menurut golongan ‘Hamba Allah’ adalah menyerahkan segala urusan dan persoalan baik di dunia maupun di akhirat nanti hanya kepada Allah swt. Sebagai seorang hamba, dia mempasrahkan segala-galanya kepada Allah swt. Hamba adalah hina, hamba adalah tunduk, patuh dan taat kepada Tuhannya. Hamba tidak mempunyai hak apa-apa di hadapan Tuhannya, dan tidak menuntut apa-apa kepada Tuhannya. Di dalam diri hamba sudah tidak ada lagi ego dan ‘Aku’, yang ada hanyalah Tuntunan dan Kehendak Allah swt semata. Begitulah arti dari bertakwa menurut golongan ‘Hamba Allah’.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS 49:13)

Orang yang paling mulia adalah orang yang di dalam dirinya sudah tidak ada lagi ego dan sifat ‘Aku’, yang ada hanyalah sifat pasrah secara total kepada Allah swt. Yang ada di dalam dirinya hanyalah Kehendak dan Tuntunan Allah swt. Begitulah orang yang paling bertakwa, orang yang paling mulia.

Menurut Anda, pengertian takwa golongan manakah yang lebih benar? (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.16