Opini Aktual

Jumat, 30 November 2018

Sunnah Rasul Yang Utama

Dalam ajaran agama Islam, terdapat dua perintah utama yaitu Sunah Allah (Sunatullah) dan Sunnah Rasul. Sayang sekali pada zaman sekarang umat Islam tidak bisa membedakan antara hadits Nabi dan Sunnah Rasul. Dikiranya bahwa setiap hadits Nabi adalah merupakan Sunnah Rasul.

Sunnah Rasul adalah perintah yang diajarkan oleh Rasulullah saw kepada umat beliau dan sekaligus beliau mencontohkannya sendiri dan kemudian Allah swt menjadikan diri beliau sebagai panutan dan suri tauladan bagi seluruh umat Islam.

Pada zaman sekarang, banyak umat Islam yang menyangka bahwa memelihara jenggot adalah sunnah Rasul, membaca al-Quran adalah sunnah Rasul (padahal Rasul adalah Nabi yang buta huruf), atau meluruskan dan merapatkan barisan shaf sholat berjamaah adalah sunnah Rasul (padahal Allah swt memerintahkan di dalam al-Quran agar dalam sholat: hati dan fikiran kita khusyu). Benarkah anggapan kebanyakan umat Islam tentang sunnah Rasul tersebut?

Ternyata hal tersebut telah dibantah oleh Allah swt sendiri dalam ayat al-Quran berikut ini.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak berzikir kepada Allah.” (QS 33:21)

Ternyata menurut Allah swt Sunnah Rasul itu adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat dengan mengharapkan Rahmat Allah swt dan banyak berzikir kepada Allah swt. Rasulullah saw sendiri mencontohkan perbuatan yang demikian dan Allah swt menjadikan diri beliau sebagai panutan dan suri tauladan.

Dengan demikian, meskipun seseorang memiliki penampilan seperti orang yang shaleh, memelihara jenggot yang lebat dan senantiasa sholat tepat pada waktunya, namun apabila dia tidak pernah atau sedikit sekali berzikir kepada Allah swt maka dia tidak menjalankan Sunnah Rasul.

Demikianlah tulisan ini dimaksudkan untuk menggugat pemahaman yang selama ini banyak diajarkan oleh para ustadz tentang Sunnah Rasul. Tulisan ini bermaksud untuk mendesak agar supaya para ulama dan para ustadz meluruskan kembali pemahaman kebanyakan umat Islam yang sudah terlanjur keliru itu. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 12.46