Opini Aktual

Sabtu, 01 Desember 2018

Tali Allah Yang Tidak Pernah Putus

Pada hari ini, kebanyakan orang-orang Islam yang menganut faham dari Timur Tengah menganggap bahwa sepeninggal Rasulullah saw maka Allah swt tidak akan menurunkan petunjuk apa-apa lagi selain kitab suci al-Quran. Mereka menganggap bahwa sepeninggal Rasulullah saw maka beliau tidak akan memberikan pelajaran dan panutan apa-apa lagi selain hadits-hadits beliau.

Begitulah kebanyakan pemikiran dan persangkaan sebagian besar dari ustadz dan para ulama kontemporer saat ini. Menyangka bahwa hanya dengan bekal kitab al-Quran dan kitab Hadits saja, mereka bisa selamat dan bebas dari jalan yang sesat.

Padahal fakta kenyataan dan sejarah telah membuktikan hal yang sebaliknya. Buktinya para teroris dan hampir semua aliran dan paham yang sesat semuanya itu diakui oleh para pelakunya adalah bersumber dari kitab al-Quran dan kitab Hadits. Jadi tidak ada jaminan bahwa merujuk kepada kitab al-Quran dan kitab Hadits akan membuat seseorang atau suatu aliran akan bebas dari kesesatan. Apabila cara mereka menafsirkan dan memahami isi dari kitab tersebut secara salah, maka hasilnya adalah suatu kesesatan.

Oleh guru kita, hal yang demikian itu dibantah, dan pemahaman yang seperti di atas tadi itu adalah sesuatu kekeliruan yang besar. Seharusnya pemahaman dan fakta kenyataan yang sebenarnya adalah bahwa apabila seseorang telah mengingkari thagut dan beriman sepenuhnya kepada Allah swt, maka dia akan senantiasa berpegang kepada Tali Allah swt yang kuat dan tidak akan pernah putus.

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ
الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang (teguh) kepada buhul tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS 2:256)

Setelah jasad Rasulullah saw dikuburkan, maka sesungguhnya Allah swt senantiasa menurunkan PetunjukNya kepada hati orang-orang yang beriman. Sehingga dengan Petunjuk itulah maka seseorang akan terhindar dari kesesatan.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS 64:11)

Setelah jasad Rasulullah saw dikuburkan, maka yang mati adalah jasad Ahmad bin Abdullah semata. Sedangkan Rasulullah saw itu sendiri yang setiap waktunya dipergunakan untuk berjuang di jalan Allah swt, tidak mati dan beliau itu hidup dan senantiasa hidup dan bahkan mendapat rezeki dari TuhanNya.

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah, itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS 3:169)

Demikianlah guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya, bahwa sepeninggal Rasulullah saw kita semua tetap dapat berhubungan kepada Allah swt dan kepada Rasulullah saw melaui PetunjukNya yang sampai kepada kita. Dengan Petunjuk itulah, maka kita akan terhindar dari kesesatan dan pemahaman yang keliru.

Hanya saja sebagian besar umat Islam saat ini tidak mengetahui hal yang demikian itu. Sebagian besar ustadz dan ulama kontemporer saat ini tidak mengerti akan hal yang demikian itu. Kebanyakan mereka itu hanyalah mengikuti penafsiran, pemahaman dan asumsi diri mereka sendiri semata. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.44