Opini Aktual

Senin, 03 Desember 2018

Iman Dan Akhlaq

Guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa antara Iman dan Akhlaq terdapat suatu keterkaitan yang erat. Tanda bagi seseorang itu beriman ialah dia memiliki akhlaq yang mulia (akhlaqul karimah). Seseorang yang tidak memiliki akhlaq yang mulia, maka sudah pasti orang tersebut bukanlah merupakan orang yang beriman.

Pada hari ini, seseorang merasa dirinya sudah beriman karena dipersepsi demikian oleh orang lain, atau karena dianggap demikian oleh ustadz atau ulamanya atau dianggap sudah beriman karena diasumsikan oleh diri pribadinya sendiri. Padahal beriman atau tidaknya seseorang adalah tergantung dari penilaian Allah swt terhadap Cobaan dan ujianNya, bukan dari penilaian manusia.

حَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ
وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ‌ۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَـٰذِبِينَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS 29:2-3)

Kebanyakan dari umat Islam saat ini merasa bahwa mereka sudah menjadi orang beriman karena sudah percaya kepada rukun iman semata. Padahal kenyataannya boleh jadi dia belum beriman. Akibatnya kita menyaksikan pada hari ini, banyak umat Islam dan bahkan beberapa ustadz dan ulama yang jauh dari memiliki akhlaq yang mulia. Mereka gemar untuk mencela, membenci, mengadu domba atau memperolok-olok. Semuanya itu bukanlah akhlaq orang yang beriman.

Iman itu letaknya terpendam di dalam qalbu sanubari manusia. Sangat dalam dan tidak mungkin dapat terlihat kecuali oleh Allah swt. Nah, rumah bagi iman tersebut adalah akhlaq yang mulia. Akhlaqul karimah daarul iman. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.36