Opini Aktual

Jumat, 07 Desember 2018

Tugas Mulia Dari Allah swt

Pada hari ini, hampir keseluruhan tugas yang kita laksanakan kebanyakan adalah berasal dari perintah atau kepentingan manusia belaka. Seperti misalnya pekerjaan sehari-hari yang kita lakukan di kantor, semuanya itu dasarnya adalah perintah kerja dari atasan.

Namun ada juga yang mereka itu menyangka sedang mengerjakan tugas dari Allah swt, akan tetapi sebenarnya yang terjadi adalah mereka itu tengah melaksanakan sesuatu atas dasar pemahaman dan pengetahuan diri mereka sendiri. Misalnya saja seorang ulama kontemporer yang menghina pemerintah atau dua orang pemuda yang membawa bahan peledak di motor mereka dan kemudian meledakannya di gereja. Pemuda itu melaksanakan tugas tersebut dari ayah mereka, dan ayah mereka mendapatkan tugas tersebut dari murabbinya, dan murabbinya itu mendapat tugas dari murabbinya lagi dan begitu seterusnya yang berujung kepada seseorang yang memberikan tugas tersebut atas dasar pemahamannya yang keliru terhadap ajaran agama Islam.

Jadi tidak ada perintah langsung dari Allah swt, semuanya yang banyak dilakukan oleh masyarakat kita hanyalah berupa tugas dari manusia dan pemahamannya.

Zaman dahulu, ketika Nabi Musa as mendatangi Firaun dan berdakwah untuk mengajaknya bertakwa, itu semua dilakukannya adalah atas dasar perintah Allah swt. Jadi bukan karena keinginan pribadi, atau karena dendam pribadi atau karena pemahaman pribadi.

وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰ أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): "Datangilah kaum yang zalim itu. (yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?" (QS 26:10-11)

Nah, di akhir zaman ini, dimana sudah tidak ada lagi Nabi ataupun Rasul, ternyata kita mendapati bahwa Allah swt memberikan perintah langsung kepada beberapa hambaNya untuk menegakan kalimat Allah swt, berupa Syahadat, Istighfar dan Sholawat. Sungguh ini adalah sesuatu yang Mulia, dan bagi orang-orang yang menerima tugas langsung tersebut, maka itu adalah merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan yang sangat besar.

Atas kehormatan dan kemuliaan itulah, maka orang-orang yang diberi tugas tersebut haru bersyukur. Bersyukur dengan sebenar-benarnya bersyukur. Bersyukur bahwa Allah swt Tuhan Alam Semesta Yang Maha Agung telah menunjuk langsung beberapa orang dari hamba-hambaNya untuk mendapat tugas yang sangat mulia ini. Marilah semuanya bersyukur atas anugerah dan kehormatan untuk melaksanakan tugas dari Allah swt tersebut dengan sebenar-benarnya bersyukur. (AK/??)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 12.55