Opini Aktual

Sabtu, 08 Desember 2018

Manhaj Perjuangan

Pada hari ini banyak sekali organisasi Islam yang dalam pergerakannya mereka mempergunakan manhaj yang berbeda-beda. Manhaj itu artinya adalah jalan yang jelas atau terang di dalam perjuangan, atau cara dan strategi dalam berjuang. Ada organisasi Islam yang dalam manhaj mereka mempergunakan cara-cara kekerasan sebagaimana yang dilakukan oleh Taliban di Afghanistan, atau ada juga yang mempergunakan manhaj yang berupa gerakan sosial, gerakan politik atau bahkan ada yang mempergunakan gerakan spiritual dan mental.

Terhadap manhaj gerakan ini ada sesuatu yang keliru dan jarang sekali dipahami oleh umat Islam. Kebanyakan dari kita menyangka bahwa seluruh manhaj perjuangan itu haruslah berdasarkan kepada ikhtiar dan perjuangan fisik manusia semata. Sehingga hampir seluruh organisasi Islam mereka memiliki manhaj perjuangan berupa gerakan fisik.

Padahal dari beberapa urusan penting, ada beberapa hal pokok yang sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab Allah swt itu sendiri. Diantaranya adalah dalam hal mempergilirkan kekuasaan, menghidupkan atau mematikan dan memberikan rezeki.

Pada hari ini banyak sekali organisasi Islam yang mereka itu hanya mempergunakan cara-cara fisik untuk berusaha merebut atau mendirikan kekuasaan. Seperti misalnya dengan cara-cara peperangan, menebar teror, menggalang kekuatan politik, menggalang kekuatan sosial, melakukan demonstrasi besar-besaran, semua itu dilakukan agar supaya bisa merebut kekuasaan. Hal itu adalah salah, dan menjadi sia-sia, karena kekuasaan adalah menjadi bagian pokok dari urusan Allah swt.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ
بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Paduka berikan kerajaan kepada orang yang Paduka kehendaki dan Paduka cabut kerajaan dari orang yang Paduka kehendaki. Paduka muliakan orang yang Paduka kehendaki dan Paduka hinakan orang yang Paduka kehendaki. Di tangan Padukalah segala kebajikan. Sesungguhnya Paduka Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS 3:26)

Di dalam manhaj perjuangan yang diajarkan oleh guru kita, untuk urusan kekuasaan ini maka manhaj perjuangan yang benar adalah dengan cara memohonnya kepada Allah swt, jadi bukan dengan cara-cara kekerasan atau gerakan fisik semata. Begitulah manhaj perjuangan yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul serta para Wali-Wali Allah sebelumnya. Tidak ada satupun dari mereka yang terlibat dalam aksi fisik, melakukan peperangan atau demo besar-besaran untuk merebut kekuasaan.

Para Nabi dan Rasul serta Wali-Wali Allah swt, mereka berjuang dengan cara berzikir dan memohon kepada Allah swt. Sehingga sejarah membuktikan justru dengan cara yang demikian itulah mereka memperoleh kekuasaan.

Berzikir mendekatkan diri kepada Allah swt dan memohon bantuanNya adalah jauh lebih kuat dan lebih berharga dibandingkan dengan ikhtiar fisik semata. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan dan beserta Allah swt. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 22.46