Opini Aktual

Senin, 10 Desember 2018

Tips Latihan Bertakwa

Tulisan berikut ini hanyalah sekedar sharing pengetahuan berupa tips dalam rangka latihan untuk bertakwa kepada Allah swt. Bertakwa adalah melenyapkan ego dan nafsu di dalam diri sendiri, seraya menyerahkan segala urusan dan persoalan sepenuhnya kepada Allah swt.

Orang yang paling bertakwa adalah orang yang sudah tidak memiliki ego ataupun nafsu keinginan pribadi di dalam dirinya, kecuali sedikit sekali. Barangsiapa yang sudah berhasil melenyapkan ego diri pribadinya, maka Allah swt akan memimpin dirinya ke jalan yang benar.

Untuk mencapai hal tersebut, kita perlu melatih diri kita untuk melenyapkan ego meskipun barang sesaat. Misalnya adalah tatkala kita tengah membaca al-Quran pada ayat yang berikut ini. Apabila kita tidak melenyapkan diri kita pada saat membacanya, maka hal tersebut akan jatuh menjadi perbuatan syirik, karena kita mengajak orang lain untuk menyembah diri kita.

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ
“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (QS 21:92)

Demikian juga pada saat kita duduk dalam sholat dan membaca tahiyat. Ketika kita mengucapkan kalimat berikut ini, maka usahakanlah agar supaya ego di dalam diri kita lenyap, digantikan oleh Nur Allah yang menggerakan ucapan kita.

السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apabila kita tidak melenyapkan ego kita, dan merasa bahwa yang mengucapkan hal tersebut adalah kita sendiri, maka itu adalah perbuatan Syirik. Mengaku dan merasa diri pribadi menjadi seperti Tuhan.

Demikian juga halnya tatkala kita membaca kalimat yang berikut ini, maka lenyapkan lah diri pribadi kita dan biarkanlah Nur Muhammad yang mengatakan kalimat berikut ini.

السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ

Apabila kita tidak melenyapkan ego kita, dan merasa bahwa yang mengucapkan hal tersebut adalah kita sendiri, maka itu adalah perbuatan salah sangka. Karena ucapan selamat tadi datangnya dari Allah swt dan ditujukan kepada Rasulullah saw, bukan untuk kita.

Baru setelah itu kita mengucapkan Syahadat. Diucapkan oleh diri kita sendiri dan diisi dengan penyerahan total segala urusan dan persoalan kepada Allah swt.

Demikianlah sekedar tips dalam rangka untuk melatih diri kita agar supaya bisa menjadi orang yang bertakwa. Barang siapa yang tidak mampu melenyapkan ego dan nafsu pribadi kita sendiri, maka dia bisa jatuh kepada perbuatan syirik, sebagaimana yang dijelaskan di atas tadi. (AK)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.13