Opini Aktual

Selasa, 25 Desember 2018

Tidak Menyembah Ahli Kitab

Kesalahan paling mendasar dalam beragama oleh kebanyakan umat Islam saat ini adalah bahwa kebanyakan dari kita menjalankan agama dalam satu arah saja. Tidak interaktif dan tidak ada penegasan ataupun pengesahan dari Allah swt atas apa yang kita perbuat dan kita pahami itu.

Kebanyakan dari kita merasa bahwa apabila perbuatan ataupun pemahaman dalam ajaran agama Islam yang kita lakukan sudah mendapat pengesahan dan dibenarkan oleh para ustadz, maka kita merasa bahwa itu sudah benar. Padahal itu adalah sebuah pemahaman dan cara beragama yang salah. Itu sama saja dengan cara-cara beragama yang pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani dahulu terhadap rahib, ahli-ahli kitab dan orang-orang alim mereka.

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ
لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS 9:31)

Belum tentu apa yang kita pahami dan diajarkan oleh para ustadz kita itu adalah sesuai dengan ajaran Allah swt dan RasulNya. Belum tentu apa yang kita perbuat dan dibenarkan oleh ustadz kita itu adalah merupakan perbuatan yang diridhoi Allah swt. Kita tidak tahu itu semua, karena kita tidak pernah menanyakan hal tersebut kepada Allah swt dan kita tidak pernah mengerti bagaimana memperoleh jawaban dari Allah swt atas apa yang kita pahami dan kita perbuat itu.

Pada zaman sekarang ini, kebanyakan dari para ustadz dan ulama kontemporer merasa bahwa apabila perbuatan mereka itu sudah sesuai dengan pemahaman dan penafsiran mereka terhadap suatu dalil dari kitab, maka mereka merasa sudah benar dan mengklaim diri mereka lah yang paling benar.

Padahal sebenarnya belum tentu demikian. Mereka itu tidak pernah mendapatkan pengesahan dan pembenaran atas pemahaman dan perbuatan mereka itu dari Allah swt.

Guru kita berulangkali memberikan peringatan, apabila sikap dan cara beragama kita sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan umat Islam seperti yang dijelaskan tadi, maka hal tersebut tidak jauh berbeda dengan sikap dan cara beragama yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani dahulu. Mereka mempertuhakan ahli kitab dan orang-orang alim mereka tanpa menyadari bahwa perbuatan mereka itu adalah salah dan keliru.

Sebaiknya bagi mereka yang belum mengerti bagaimana caranya berinteraksi dan menjalin hubungan komunikasi dengan Allah swt dan RasulNya, jangan lah menyatakan diri mereka sebagai ulama. Jangan sampai bahwa hanya dengan berbekal pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap dalil semata, maka kemudian mereka menjadi penyebab kekeliruan dan kesalahan beragama kebanyakan umat Islam saat ini.

Kesalahan seperti inilah yang dahulu pernah dimanfaatkan oleh Dr. Snouck Hurgronje atau Syekh Abdul Ghafar untuk memecah belah umat Islam. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 21.21