Opini Aktual

Rabu, 26 Desember 2018

Asal Usul Kesaktian

Kesaktian adalah sebuah ilusi, sebuah fatamorgana yang pada hakekatnya sebenarnya tidak ada sama sekali. Identik dengan sihir, kesaktian itu hanyalah tipuan belaka. Banyak manusia yang sudah tertipu karenanya, merasa dan menyangka bahwa dirinya sakti, akan tetapi kenyataannya tidak lah demikian.

Guru kita berulang kali menyatakan, bahwa pada hakekatnya tidak ada satu makhluk Allah pun yang sakti, karena kesaktian itu hanyalah milik Allah swt saja. Dialah yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS 64:1)

Seorang manusia yang memiliki banyak sekali tentara, maka dia akan merasa dan menyangka bahwa dirinya itu sakti. Misalnya saja seperti pemimpin di Asia Utara saat ini, dengan menguasai pasukan militer sebanyak 1,2 juta orang dan dukungan penduduk sebesar 25 juta orang, maka seorang pemimpin Asia Utara adalah seperti raja, seperti Fir’aun yang bisa memaksa penduduknya untuk berbuat sesuatu sekehendaknya. Merasa dirinya sakti karena bisa berbuat apa saja dengan dukungan pasukan dan penduduk yang banyak tersebut.

Demikian juga halnya dengan mahluk gaib, maka jumlah populasi dan jenis spesies mereka di dunia ini juga banyak sekali. Tipe, variasi dan spesiesnya banyak sekali sebagaimana keanekaragaman flora dan fauna di alam nyata, mulai dari jin, siluman, khodam dan sebagainya.

Seseorang yang memiliki atau menguasai jumlah pasukan mahluk gaib yang banyak, maka dia juga akan merasa dirinya sakti, sebagaimana pemimpin Asia Utara atau Fir’aun tadi. Dia bisa berjalan di atas air, bisa terbang, bisa mempengaruhi dan bahkan mencelakai orang lain, bisa mendapatkan informasi tentang sesuatu hal dengan cepat, dan sebagainya. Begitulah kira-kira gambaran kesaktian seseorang.

Bagi kita, terhadap hal yang demikian itu jangan cepat kagum dan jangan cepat memuji orang-orang yang mengaku dirinya sakti. Karena apa saja jenis kesaktian yang ditunjukan oleh orang tersebut, pada dasarnya hanyalah karena dia dibantu dan dilayani oleh banyak pasukan mahluk yang tidak terlihat mata. Terkadang beberapa orang menyebutnya sebagai energi batin. Ada juga yang menyebutnya sebagai energi gaib, energi alamiah dan bahkan ada yang menyebutnya sebagai energi Ilahiah. Padahal kenyataannya itu adalah bagian dari energi yang dihasilkan oleh mahluk-mahluk yang tak kasat mata tadi.

Jadi bukan karena orang tersebut yang benar-benar sakti, tapi atas bantuan dan dukungan pasukan mahluk gaib yang banyak itulah, maka dia bisa berbuat apa saja. Disadari ataupun tidak. Begitulah kenyataan dan rahasia kesaktian orang itu, ternyata tidak ada. Karena memang hanya Allah swt saja yang benar-benar Sakti. Jadi jangan tertipu. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 22.35