Opini Aktual

Rabu, 02 Januari 2019

Solusi Alternatif Menguji Kebenaran Hadits

Zaman dahulu, ketika sahabat bertanya kepada Rasulullah saw tentang suatu masalah, maka beliau biasanya akan diam dan menunggu Petunjuk dari Allah swt sebelum menjawab pertanyaan tadi. Tidak langsung serta merta menjawabnya pada saat itu juga, sebagaimana yang banyak dilakukan oleh banyak ustadz dan ulama kontemporer saat ini. Tidak juga dilakukan dengan cara membuka dan membolak-balik kitab untuk menemukan dalil yang dapat dipergunakan untuk menjawab pertanyaan tadi.

Cara yang dilakukan oleh Rasulullah saw dahulu adalah seperti itu. Begitulah itu Sunnah beliau, senantiasa menjaga hubungan dengan buhul yang kuat kepada Allah swt. Beliau menunggu Petunjuk dari Allah swt demi untuk menjawab pertanyaan dan permasalahan umatnya. Begitulah sebenarnya cara yang benar untuk menjaga kebenaran agama yang dijalaninya.

وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.” (QS 31:22)

Pada saat Rasulullah saw dan para sahabat-sahabat beliau masih hidup dahulu, semuanya disaksikan dan dicatat oleh para malaikat Allah swt yang senantiasa mendampingi mereka. Dimanakah semua catatan itu sekarang? Karena itulah pada hakikatnya kitab hadits yang sebenar-benarnya. Dimanakah para malaikat yang mencatat perbuatan mereka itu sekarang?

Semuanya itu ada di sisi Allah swt. Semua catatan tersebut masih ada dan terjaga utuh, demikian juga para malaikat-malaikat Allah swt tersebut, mereka semua masih hidup hingga hari ini.

Nah, ada beberapa orang pada hari ini yang mereka itu diberikan kelebihan oleh Allah swt untuk dapat berkomunikasi dengan malaikat-malaikat Allah swt, berkomunikasi dengan para syuhada dan sahabat-sahabat Nabi yang gugur di jalan Allah swt. Maka orang-orang tersebut itu bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk membuktikan dan memeriksa keaslian dari sesuatu hadits apakah memang benar-benar berasal dari Rasulullah saw atau bukan.

Beberapa orang menyangka bahwa Petunjuk Allah swt hanyalah berupa wujud kasar dalam bentuk tulisan kitab suci semata. Namun ada beberapa orang lainnya yang telah membuktikan sendiri, bahwa Petunjuk Allah swt dapat disampaikan secara langsung, maupun bisa juga melalui para Wali, para Nabi dan Rasul maupun para Malaikat-MalaikatNya. Mereka lah orang-orang yang beriman, yang percaya kepada Yang Gaib, sebagaimana tertuang dalam surat al-Baqarah ayat 3.

Zaman dahulu, ketika sahabat bertanya kepada Rasulullah saw tentang suatu masalah, maka beliau biasanya akan diam dan menunggu Petunjuk dari Allah swt sebelum menjawab pertanyaan tadi. Tidak langsung serta merta menjawabnya pada saat itu juga, sebagaimana yang banyak dilakukan oleh banyak ustadz dan ulama kontemporer saat ini. Tidak juga dilakukan dengan cara membuka dan membolak-balik kitab untuk menemukan dalil yang dapat dipergunakan untuk menjawab pertanyaan tadi. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.55