Opini Aktual

Jumat, 04 Januari 2019

Sholawat Kepada Nabi Yang Ummi

Dalam suatu malam pengajian, kita diberitahu bahwa Allah swt sebenarnya telah menyiapkan suatu rahmat yang teramat besar bagi orang-orang yang berkomitmen dan tetap pada jalan perjuangan untuk menegakan kalimat Tauhid. Sedemikian besarnya rahmat Allah swt yang telah disediakan itu, sehingga bagi orang yang bisa melihatnya maka dia akan pingsan.

Oleh sebab rahmat yang sedemikian besarnya itulah, maka kita semua diperintahkan untuk banyak bersholawat kepada Nabi. Akan tetapi pertanyaannya adalah: sholawat yang seperti apa?

Pada hari ini kita dapati banyak sekali ragam dari Sholawat kepada Nabi Muhammad saw, dan semuanya itu bersumber dari hadits yang dinyatakan shahih. Namun kebanyakan dari kita tidak memahami kegunaan dan peruntukan dari tiap-tiap sholawat tersebut.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS 33:56)

Sholawat seperti apakah yang harus kita ucapkan dalam rangka untuk menunaikan perintah Allah swt tersebut di atas? Nabi Muhammad saw mengajarkan kepada para sahabat-sahabatnya sholawat yang berikut ini:

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِ نَا مُحَمَّد وَعَلى الِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّد عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيِّ الْاُ مِّيِّ وَعَلى الِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمْ
ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD 'ABDIKA WA ROSUULIKA NABIYYIL-UMMIYYI WA ‘ALAA AALIHI WA SOHBIHI WASALLAM
"Ya Allah Tuhan kami, limpahkanlah kesejahteraan kepada penghulu kami yaitu Nabi Muhammad dan atas keluarga Nabi Muhammad, Hamba-Mu dan Rasul-Mu Nabi yang Ummy beserta keluarga dan para sahabatnya semoga senantiasa dilimpahkan keselamatan."

Itulah sholawat yang diajarkan oleh Nabi. Apabila sholawat itu senantiasa kita zikirkan di dalam qalbu kita, sehingga qalbu kita akan berdetak senantiasa bersholawat, maka kelak nanti di akhirat Rasulullah saw akan mengenali kita dari qalbu yang senantiasa bersholawat itu. Itulah sholawat yang diajarkan oleh Nabi, dan itu pulalah sholawat yang akan dikenal dan dijadikan sebagai sandi pengenal bahwa seseorang adalah pengikut dan umat dari Nabi Muhammad saw.

Apakah setelah kita wafat, qalbu kita yang senantiasa berzikir akan ikut wafat juga? Jawabannya adalah Tidak. Qalbu manusia tidak ikut wafat, dia akan hidup abadi bahkan setelah kita wafat. Sehingga apabila qalbu kita senantiasa berzikir, maka dia akan terus menerus berzikir walaupun kita sudah wafat. Itulah yang disebut sebagai qalbun salim (qalbu yang Selamat – Islam).

Adapun sholawat-sholawat lainnya bukan termasuk dalam sholawat yang akan dijadikan sebagai sandi pengenal umat Nabi Muhammad saw. Jadi jangan salah pilih, kita bersholawat di dalam qalbu sesuai dengan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah saw dahulu, bukan yang lainnya.

Barangsiapa yang dengan ketulusan hatinya bersholawat kepada Nabi saw, maka segala kebaikan dari sholawat itu akan kembali untuk diri pribadinya sendiri. Tidak ada rasa dan ucapan terima kasih yang lebih indah atas segala rahmat Allah swt, selain dengan ucapan sholawat kepada Rasul-Nya. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 20.48