Opini Aktual

Sabtu, 05 Januari 2019

Ibadah Berdasarkan Keyakinan

Kebanyakan dari umat Islam saat ini menjalankan agamanya adalah hanya berdasarkan dalil, berdasarkan pemahaman dan penafsiran dari ustadz atau ulamanya. Bukan berdasarkan keyakinan. Padahal keyakinan adalah sesuatu pembenaran hati sanubari karena mendapat cahaya pengertian yang datang dari Nur Allah dan Nur Muhammad.

Termasuk juga dalam hal beribadah, kebanyakan umat Islam saat ini mereka melaksanakan ibadah dan tata caranya hanya berdasarkan dalil semata, berdasarkan pemahaman dan penafsiran mereka terhadap kitab Allah atau pun kitab hadits.

Hal tersebut adalah suatu cara menjalankan ajaran agama yang salah dan keliru. Karena penafsiran dan pemahaman manusia itu tidak mutlak benar. Menjalankan agama itu harus lah berdasarkan keyakinan. Keyakinan yang mendalam yang datang dari hati sanubari yang memperoleh pengertian dari Nur Allah dan Nur Muhammad. Demikian juga halnya dengan beribadah dan tata caranya, haruslah berdasarkan keyakinan, bukan berdasarkan pada penafsiran terhadap dalil semata.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini” (QS 15:99)

Sangat disayangkan bahwa kebanyakan umat Islam saat ini lebih melihat aspek fisik semata, hanya melihat dan memperhitungkan kitab al-Quran dan kitab Hadits yang dapat dilihat dan disentuh. Tidak pernah mempertimbangkan bahwa ada petunjuk Allah swt yang hadir melalui qalbu manusia yang tidak kasat mata dan bersifat non-fisik.

Begitulah guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya, bahwa dalam hal beribadah itu dasarnya adalah keyakinan. Bukan semata-mata berdasarkan penafsiran terhadap suatu dalil saja. Oleh karena penafsiran manusia itu bisa keliru, maka marilah mulai sekarang kita mencoba mencari petunjuk dari Allah swt mealui hati sanubari kita. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.54