Opini Aktual

Selasa, 08 Januari 2019

Jati Diri Imam Mahdi

Pada zaman dahulu sepeninggal Nabi Isa as, umat manusia terutamanya adalah kaum Yahudi dan Nasrani mereka menunggu-nunggu datangnya nabi terakhir yang akan menjadi pembimbing manusia kepada jalan yang selamat. Mereka menamakannya sebagai Mesias.

Tanda-tanda dan ciri-ciri dari nabi yang ditunggu-tunggu tersebut tertulis secara lengkap dan jelas di dalam kitab-kitab Allah swt yang ada, yaitu di dalam Zabur, Taurat dan Injil. Sehingga oleh karena sedemikian jelasnya ciri-ciri dan pertanda dari nabi terakhir tersebut, para rahib Yahudi dan pendeta Nasrani mereka mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS 2:146)

Nah, kemudian saat ini, orang-orang juga sedang menunggu seorang pemimpin di akhir zaman yang bernama Imam Mahdi. Akan tetapi sayangnya tidak ada satu pun ayat di dalam al-Quran maupun di dalam kitab-kitab Allah sebelumnya yang secara explisit dan jelas menyebutkan tentang hal ini.

Tidak juga disebutkan ciri-ciri dan pertanda kedatangan Imam mahdi di dalam seluruh kitab-kitab Allah swt tersebut. Yang ada dan saat ini dan banyak dijadikan sebagai dasar keyakinan dan pemahaman tentang kedatangan Imam Mahdi hanyalah kitab hadits.

Ketika guru kita ditanya oleh murid-muridnya tentang Imam Mahdi, maka beliau tidak dapat memberikan banyak keterangan tentang hal ini. Karena memang belum pernah ada keterangan dan petunjuk tentang Imam Mahdi dari Allah swt. Yang beliau ketahui bahwa Imam Mahdi itu pada hakekatnya adalah seorang pemimpin yang membawa petunjuk dan kebenaran di akhir zaman. Jadi tidak perlu dan tidak harus berupa sesosok orang yang bernama Mahdi.

Jadi kalau begitu, bagaimana halnya dengan ribuan hadits yang menceritakan tentang kedatangan, ciri dan pertanda dari Imam Mahdi tadi? Benarkah semua itu berasal dari keterangan Rasulullah saw? Jawabnya adalah Wallahu Alam.

Kalau memang apa yang dikatakan hadits-hadits tersebut benar adanya, mengapa hal ini tidak pernah dicantumkan di dalam kitab al-Quran, dan kitab-kitab Allah sebelumnya? Cobalah kita renungkan hal ini. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 22.54