Opini Aktual

Sabtu, 12 Januari 2019

Amal Sholeh

Di dalam banyak ayat di al-Quran disebutkan bahwa kelak nanti di hari penghisaban, Allah swt akan memberikan hadiah kepada orang yang beriman dan beramal sholeh berupa surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Namun yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah: Apakah yang termasuk dalam beramal sholeh itu?

Banyak orang Islam yang mengartikan beramal sholeh itu menurut versi dan sudut pandangnya masing-masing, akan tetapi semuanya itu belum tentu benar.

Seorang muslim yang berpandangan radikal dan keras, mungkin mengartikan beramal sholeh itu identik dengan melakukan aksi bom bunuh diri. Sehingga setelah bom tersebut meledak dan membunuh banyak orang, maka kelak pelakunya nanti akan masuk surga. Benarkan pandangan yang demikian ini? Padahal membunuh orang-orang yang tidak berdosa tanpa kebenaran itu ganjarannya adalah neraka.

Beberapa orang lainnya berpandangan bahwa beramal sholeh itu adalah membayar zakat, banyak memberi infak dan sedekah atau membantu orang miskin. Benarkah pandangan yang demikian ini? Padahal dalam hal memberikan sumbangan dan sedekah, justru orang-orang non-muslim lah yang lebih banyak melakukannya. Survey yang dilakukan oleh Gallup menempatkan penduduk negara-negara seperti Burma, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru menjadi yang paling dermawan dalam menyumbang uang dan waktu mereka.

Beberapa orang lainnya berpandangan bahwa beramal sholeh itu adalah seperti melaksanakan sholat, berpuasa, menunaikan ibadah haji. Benarkah pandangan yang seperti ini? Padahal meskipun seseorang mampu beribadah seperti itu selama 500 tahun lamanya, tetap saja ibadahnya itu tidak cukup untuk membeli surga. Beribadah itu belum tentu merupakan amal sholeh.

Jadi kalau begitu, apakah yang dimaksud dengan amal sholeh? Jawabanya mari kita lihat pernyataan Allah swt dalam al-Quran berikut ini.

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS 18:110)

Menurut ayat tersebut di atas, beramal sholeh itu ialah setiap perbuatan yang hasil akhirnya adalah perjumpaan dengan Allah swt.

Apakah dengan sholat yang telah kita lakukan itu kita pernah berjumpa dengan Allah swt? Apakah dengan puasa yang telah kita lakukan itu kita pernah berjumpa dengan Allah swt? Apakah dengan membayar zakat atau memberi sedekah yang telah kita lakukan itu kita pernah berjumpa dengan Allah swt? Kalau jawabannya Tidak Pernah, maka itu semua bukanlah amal sholeh.

Amal sholeh itu ialah segala perbuatan kebajikan yang dilakukan atas dasar ikhlas dengan sebenar-benarnya ikhlas. Apa yang dimaksud dengan sebenar-benarnya ikhlas? Ikhlas itu ialah meniadakan kepentingan dan urusan diri pribadi. Diri ini sepenuhnya dikosongkan dari hawa nafsu dan urusan pribadi, lalu diserahkan sepenuhnya kepada Allah swt. Barulah pada kondisi saat itu dimungkinkan terjadinya perjumpaan dengan Allah swt.

Semua perbuatan kebajikan yang dilakukan di atas kondisi diri pribadi yang sedang ‘ikhlas’ itulah yang disebut sebagai amal sholeh. Segala perbuatan kebajikan dari amal sholeh adalah hasil dari perbuatan Allah swt dan untuk urusan dan kepentingan Allah swt, bukan untuk kepentingan dan urusan manusia pelakunya.

Sehingga atas dasar itulah, maka siapa saja orang beriman yang mengerjakan amal sholeh kelak di akhirat nanti akan diberikan hadiah oleh Allah swt, yaitu berupa surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Atas dasar itulah, mengapa guru kita mengajarkan murid-muridnya prinsip dari akhlak Sabar, Jujur dan Ikhlas. Sedalam itu lah rahasia yang terkandung di dalamnya. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 00.37