Opini Aktual

Minggu, 13 Januari 2019

Berjihad Di Jalan Penafsiran

Pada hari ini, banyak sekali ustadz dan ulama kontemporer yang mengajak umat Islam untuk mengikuti ajakan mereka melakukan jihad di jalan Allah. Padahal kenyataan sebenarnya adalah mereka mengajak umat Islam untuk menuruti pemahaman mereka berjihad di jalan penafsiran mereka, bukan di jalan Allah. Karena memang apa yang mereka anjurkan itu bersumber dari penafsiran dan pemahaman mereka semata, bukan atas dasar Perintah dan Petunjuk Allah swt.

Itulah mengapa guru kita memberikan contoh betapa pentingnya melakukan sesuatu berdasarkan Petunjuk dan Perintah Allah swt, bukan sekedar dari penafsiran terhadap dalil kitab semata. Inilah prinsip yang sangat penting untuk disadari dan diikuti oleh umat Islam saat ini.

Tanpa dasar Petunjuk dan Perintah Allah swt, maka umat Islam berada dalam kegelapan, tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Seperti orang yang buta. Bahkan Rasulullah saw dahulu pun tidak pernah membuat suatu keputusan ataupun menetapkan suatu fatwa, tanpa Petunjuk ataupun Wahyu dari Allah swt, meskipun beliau hafal ayat-ayat al-Quran namun beliau tidak pernah menetapkan sesuatu berdasarkan dalil. Maka sadarilah hal ini wahai saudara-saudaraku.

قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ
ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

“Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" (QS 6:50)

Pada hari ini lebih dari 500 orang Indonesia telah berangkat ke Suriah untuk bergabung menjadi anggota ISIS mendirikan negara Islam. Meskipun mayoritas dari penduduk Suriah tidak menginginkan berdirinya ISIS, demikian juga penduduk Iraq dan hampir keseluruhan penduduk muslim di kawasan itu tidak menginginkan berdirinya ISIS.

Demikian juga Allah swt tidak pernah memerintahkan umat Islam untuk mendirikan negara ISIS, tidak ada Petunjuk dan Perintah Allah swt untuk itu. Guru kita telah mengkonfirmasi hal ini sebelumnya.

Jadi siapakah yang menganjurkan umat Islam untuk berjihad mendirikan negara ISIS? Beberapa ustadz dan ulama kontemporer lah yang mengajak umat Islam untuk bergabung dengan ISIS, atas dasar penafsiran dan pemahaman mereka terhadap dalil dari kitab suci al-Quran dan kitab hadits. Jadi dasarnya adalah bukan dari Perintah Allah swt? Jawabannya adalah Bukan.

Nah, kalau demikian halnya, maka orang-orang yang bergabung dan berjihad disana tidak bisa dikategorikan sebagai berjihad di jalan Allah swt. Mereka itu berjihad di jalan penafsiran. Dan apabila mereka itu gugur, maka mereka itu gugur di jalan penafsiran, bukan di jalan Allah.

Apakah mereka yang berjihad di jalan penafsiran akan mendapat Bantuan dan Pertolongan Allah swt sebagaimana dahulu Allah swt memberikan pertolongan dalam perang Badar? Jawabannya adalah Tidak. Fakta di lapangan dan medan pertempuran menunjukan hal itu, Allah swt hanya akan memberikan pertolongan bagi mereka yang berjihad di jalan Allah, bukan berjihad di jalan penafsiran.

Jadi belajarlah bertauhid benar-benar, agar kita bisa mengenal Allah swt dan senantiasa berada dan berjalan di jalan Allah swt, bukan di jalan penafsiran belaka. (AK)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 02.11