Opini Aktual

Jumat, 18 Januari 2019

Kalimat Tauhid

Kalimat Tauhid ialah suatu kalimat pernyataan atau persaksian seorang hamba yang mengakui dan menyatakan dirinya sebagai orang yang mengEsakan Tuhan, yaitu Allah swt. MengEsakan Tuhan itu artinya bukan saja mengakui Allah swt sebagai Pencipta alam semesta dengan segala isinya baik yang nyata maupun yang gaib, akan tetapi juga menyatakan bahwa dirinya menyerahkan segala urusan dan persoalannya kepada Allah swt.

Adapun kalimat seperti yang banyak diteriakan oleh sebagian umat Islam berupa kalimat “Laa Ilaaha illallah, Muhamaddar rasuulullah”, bukan lah merupakan kalimat tauhid. Menurut guru kita itu adalah merupakan kalimat thayibah, kalimat yang baik. Karena dengan mengucapkan kalimat tersebut, tidak otomatis menyatakan seseorang itu bertauhid. Itu adalah merupakan kalimat informasi atau pernyataan dari Allah swt kepada manusia semata, bukan pernyataan dari manusia yang mengucapkannya.

Kalimat Tauhid yang benar adalah sebagai berikut ini:

اَشْهَدُ اَنْ لّاَ اِلهَ اِلّاَ الله وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMAD ROSUULULLAH

Nah, setelah mengucapkan kalimat tauhid itupun masih ada lagi perbedaan dalam memahami dan menempatkan diri dalam mengEsakan Allah swt. Ada kelompok yang masih menempatkan ‘Aku’ menjadi tuhan di dalam diri mereka. Sehingga kemudian mereka menyatakan kalimat Syahadat atau kalimat Tauhidnya seperti berikut ini: “ Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

Di dalam diri orang-orang ini, ‘Aku’ menjadi tuhan dan menjadi sesuatu yang paling dominan menguasai tingkah laku dan perbuatan mereka. Mereka berbuat sesuatu atas dasar pemikiran diri mereka sendiri atau atas dasar ajakan hawa nafsu mereka sendiri. Bukan atas Petunjuk dan Tuntunan dari Allah swt.

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ
عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS 45:23)

Adapun golongan kedua ialah mereka yang menempatkan diri mereka sebagai hamba sahaya di hadapan Allah swt. Tidak ada daya upaya dan tidak ada ‘Aku’ di dalam diri mereka. Sepenuhnya mereka menyerahkan diri mereka dan segala urusannya kepada Allah swt. Sehingga kemudian mereka menyatakan kalimat Syahadat atau kalimat Tauhidnya seperti berikut ini: "Hamba-Mu Bersaksi Bahwa Tiada Tuhan Melainkan Allah Dan Hamba-Mu Bersaksi Bahwa Muhammad Utusan Allah."

Jadi dengan demikian, Stop! Jangan pernah menyebut kalimat “Laa Ilaaha illallah, Muhamaddar rasuulullah” sebagai kalimat tauhid, dan menyebut bendera di atas sebagai bendera tauhid. Bukan! Itu bukan bendera tauhid!

Mengapakah hal yang sedemikian sederhana ini dan hal yang paling mendasar ini justru banyak umat Islam yang masih tidak mengerti? Padahal inilah pengetahuan yang paling pertama kali seharusnya dipahami, bukan yang lainnya. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 14.29