Opini Aktual

Sabtu, 19 Januari 2019

Menemukan Ulama Sejati

Pada hari ini, hampir setiap rumah di perkotaan memiliki pembantu atau asisten rumah tangga. Sebut saja namanya adalah Suminah dan Sarinah (bukan nama sebenarnya), dua orang kakak beradik yang kini merantau ke Jakarta dan menjadi pembantu rumah tangga. Sarinah bekerja di salah satu rumah tangga dengan majikan yang terbilang galak, sebaliknya Suminah tinggal menjadi pembantu di rumah yang majikannya tinggal di Hongkong dan tidak pernah pulang ke rumah.

Setiap hari ketika mereka memiliki kesempatan untuk bertemu di gerobak tukang sayur di depan rumah, keduanya saling bertukar cerita. Sarinah senantiasa merasa takut, karena majikannya itu selalu mengawasinya setiap saat sehingga dia tidak boleh melakukan kesalahan. Sebaliknya Suminah dia merasa bebas, karena di rumah dia tidak pernah bertemu dengan majikannya yang saat itu ada di Hongkong. Bahkan sebenarnya dia tidak pernah bertemu dengan majikannya itu semenjak pertama kali bekerja disitu.

Begitulah tamsil dan pemisalan pada profesi asisten rumah tangga. Nah, sekarang ini gelar ulama dan ustadz tidak ada yang mengatur dan tidak ada yang menetapkan. Semua orang bebas untuk menyandang gelar tersebut, tidak ada yang akan mengawasi atau menghalanginya. Akibatnya adalah kita tidak bisa membedakan mana ustadz dan ulama yang sejati dan mana yang asal-asalan dan palsu. Mana ulama yang benar-benar seperti sahabat Rasulullah saw dahulu dan mana yang seperti Syekh Abdul Ghaffar (Dr. Snouck Hurgronje).

Berikut ini adalah definisi ulama sejati menurut Allah swt yang dinyatakan di dalam al-Quran.

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
“…Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (35:28)

Pada hari ini banyak sekali orang yang tidak pernah bertemu dan tidak pernah mengenal Allah swt tapi dia mengaku sebagai ulama. Bagaimana mungkin orang seperti itu bisa takut kepada Allah swt?

Pada hari ini banyak sekali Suminah-Suminah yang mengaku takut kepada majikannya, padahal dia belum pernah bertemu majikannya dan belum pernah mengenal majikannya, bagaimana mungkin dia bisa merasa takut?

Hanya orang-orang yang merasa menjadi hamba sahaya dari Allah swt, dan yang mereka itu dekat dan mengenal Allah swt saja yang akan memiliki rasa takut kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya. Dialah itu ulama yang sejati, ulama yang memang dikenal dan diakui oleh Allah swt. Bukan hanya oleh manusia. (AK)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 22.42