Opini Aktual

Minggu, 20 Januari 2019

Syuhada

Banyak orang Islam yang sebenarnya berada pada kondisi yang tidak mengerti dan tidak memahami hakekat sebenarnya. Oleh karena tidak mengerti maka mereka mudah sekali untuk digelincirkan atau dibawa dalam pemahaman yang keliru. Dimanfaatkan oleh beberapa orang yang memiliki kepentingan atau termakan oleh cerita dan anggapan yang salah.

Salah satunya adalah tentang Syuhada. Syuhada adalah orang-orang yang selama hidupnya dan sampai akhir hayatnya membela Syahadat, yaitu orang-orang yang gugur di jalan Allah swt, yang mereka itu pada saat wafatnya menyaksikan jalan Allah swt, menjadi saksi atas ke-Esa-an Allah swt (menjadi Syuhada).

Orang-orang yang kurang paham mungkin hanya menganggap bahwa mereka yang gugur berperang di jalan Allah swt saja yang menjadi Syuhada. Padahal Muhammad saw yang wafat karena sakit, Abu Bakar as-Shidiq yang wafat karena demam, Umar Ibn Khatab yang wafat karena ditikam, Usman bin Affan yang wafat karena dibunuh dan Ali bin Abi Thalib yang wafat karena ditusuk dari belakang, mereka semua itu pun adalah Syuhada.

Apa yang tidak banyak diketahui dan dipahami kebanyakan umat Islam saat ini adalah bahwa mereka para Syuhada itu ternyata sampai dengan hari ini tetap hidup, mereka ada di dunia ini, di tengah-tengah kita. Hanya saja kebanyakan dari kita tidak menyadarinya.

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِنْ لَا تَشْعُرُونَ
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS 2:154)

Di Indonesia sendiri terdapat ribuan Syuhada yang mereka itu gugur dalam rangka untuk membebaskan bangsa dan negara ini dari penjajahan.

Bagi orang biasa pada umumnya, maka setelah wafat mereka akan ditempatkan Allah swt kedalam alam barzah, yaitu alam penantian. Sedangkan bagi para Syuhada, mereka itu tetap hidup dan ada di tengah-tengah kita, dan mereka itu masih berinteraksi dengan kita saat ini.

Di dunia ini, ada beberapa orang yang diberikan kelebihan Allah swt untuk bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan mereka para Syuhada tersebut. Dengan komunikasi itulah maka kemudian kita bisa mendapatkan informasi yang akurat tentang sejarah sebelumnya, dan juga mendapatkan wejangan dan ajaran Islam dari umat terdahulu.

Bukankah hal ini sungguh merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat? Bukankah hal ini merupakan salah satu cara untuk menggali ajaran Islam sebenarnya yang jauh lebih akurat dibandingkan dengan penafsiran dalil belaka?

Dengan inilah kita bisa menyaring mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang keliru, mana pemahaman yang benar dan mana pemahaman yang keliru. Marilah kita menjalani dan memahami ajaran Islam yang benar ini dengan cara yang benar dan berusaha mendapatkan kebenaran itu dengan sebenar-benarnya, bukan berdasarkan konon katanya. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 01.14