Opini Aktual

Rabu, 23 Januari 2019

Cara Bersyukur Kepada Allah

Bersyukur adalah salah satu karakter atau sifat yang membedakan antara manusia, anak cucu Adam, dengan iblis yang dilaknat Allah swt. Karena dengan bersyukur itulah, maka kemudian manusia diangkat derajatnya menjadi mahluk yang dimuliakan Allah swt. Allah swt mencintai orang-orang yang pandai bersyukur.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS 14:7)

Namun demikian, seiring dengan perkembangan waktu yang sudah menuju akhir zaman, maka saat ini banyak sekali pendapat dan pemahaman yang diajarkan oleh para ulama yang pada akhirnya membuat kita semua bingung. Ada ulama yang benar-benar sejati dan ada pula yang hanya sekedar menjual ayat-ayat Allah swt semata. Semuanya menjadi kabur dan tidak jelas lagi.

Demikian juga halnya dengan cara kita bersyukur kepada Allah swt. Ada ulama yang mengajarkan cara bersyukur itu cukup dengan hanya mengucapkan ‘Hamdallah’ saja. Ada pula yang mengajarkan bahwa bersyukur itu harus dengan menyumbangkan sejumlah uang. Sebenarnya bagaimanakah cara kita bersyukur kepada Allah swt?

Bagi setiap orang di suatu keadaan tertentu dan di suatu kondisi tertentu, maka cara mengungkapkan rasa bersyukur kepada Allah swt itu akan berbeda-beda. Tergantung dari keadaan dan kondisinya. Oleh sebab itu maka untuk mengetahui cara bersyukur itu kita harus bermunajat kepada Allah swt agar Dia mengilhami kita bagaimana cara bersyukur kepadaNya. Sebagaimana yang juga telah dilakukan oleh Nabi Sulaiman as dahulu.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ
صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

“.....Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS 27:19)

Demikianlah Allah swt mengajarkan kepada kita semua untuk senantiasa berpegang teguh pada Petunjuk dan Ketentuan-Nya dalam hal beribadah dan juga bersyukur. Jadi tidak bisa dilakukan dengan semau kita saja, atau dilakukan berdasarkan petunjuk dari ulama semata. Cara bersyukur itu adalah berdasarkan ilham dari Allah swt.

Seorang ulama sejati dia akan mengajarkan dan menghantarkan umat Islam untuk senantiasa bergantung kepada Allah swt. Bukan kepada dirinya, atau bukan kepada kelompoknya. Hanya ulama sejati itulah yang telah mengetahui jalan untuk bertemu dan menemukan Allah swt, dan kemudian menunjukan jalan itu kepada seluruh umat, agar semuanya bisa mendapat Petunjuk dan Bimbingan dari Allah swt. (AK/SY)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.44